HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Kolombia Cabut Larangan Membawa Senjata Api, Perizinan Tetap Dikontrol Ketat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Presiden Kolombia Cabut Larangan Membawa Senjata Api, Perizinan Tetap Dikontrol Ketat
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella. ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mencabut larangan menyeluruh membawa senjata api melalui dekret yang ditandatangani pada Selasa (8/9/2026), tetapi kepemilikan dan penggunaannya tetap berada di bawah kontrol ketat pemerintah.

"Saya menandatangani dekret yang mencabut penangguhan umum izin membawa senjata api di Kolombia," kata De La Espriella melalui akun X.

"Selama bertahun-tahun, warga yang taat hukum dibatasi, sementara para penjahat terus mempersenjatai diri secara ilegal hingga mencapai tingkat maksimal. Hal itu harus diubah," katanya.

Pencabutan larangan tersebut tidak memberikan kebebasan penuh kepada masyarakat untuk membawa senjata api karena pemerintah tetap memberlakukan persyaratan dan mekanisme perizinan bagi warga sipil.

Pemerintah Tetap Terapkan Kontrol Ketat

De La Espriella menegaskan kebijakan baru tersebut akan tetap disertai pengawasan terhadap kepemilikan dan hak membawa senjata api.

"Keamanan Kolombia tidak bisa terus dibangun dengan cara melucuti senjata warga yang patuh hukum dan membiarkan para penjahat tetap bersenjata," lanjut De La Espriella.

Presiden menyebut sebanyak 15.700 senjata api ilegal telah disita sejak awal Januari hingga September 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 551 senjata disebut berkaitan dengan Clan del Golfo dan 339 lainnya terkait Tentara Pembebasan Nasional (ELN), termasuk 380 senapan serbu dan 65 mortir kaliber 60.

Pemerintah Kolombia menyatakan akan menindak kekuatan bersenjata ilegal tersebut daripada membatasi secara menyeluruh hak warga yang memenuhi ketentuan untuk membawa senjata.

Larangan Menyeluruh Berlaku Sejak 2015

Konstitusi Kolombia 1991 memperbolehkan warga memiliki dan membawa senjata api dengan izin dalam kondisi tertentu yang diatur secara ketat.

Mantan Presiden Juan Manuel Santos kemudian memberlakukan larangan menyeluruh terhadap hak membawa senjata api melalui dekret eksekutif pada 2015.

Kebijakan tersebut selanjutnya diperpanjang hingga 2026 pada masa pemerintahan mantan Presiden Gustavo Petro.

Pencabutan larangan oleh De La Espriella mengakhiri kebijakan tersebut, sementara mekanisme perizinan dan pengawasan kepemilikan senjata api tetap diberlakukan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026