
Pantau - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berharap Ukraina dan Rusia kembali menggelar perundingan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju gencatan senjata.
Guterres menyatakan optimisme terhadap berbagai upaya diplomatik yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kunjungan utusan senior Amerika Serikat (AS) ke Moskow dan Kiev.
PBB berharap berbagai inisiatif terbaru tersebut dapat menghasilkan dimulainya kembali pembicaraan antara Ukraina dan Federasi Rusia.
PBB Dorong Gencatan Senjata Tanpa Syarat
"Sekjen berharap inisiatif-inisiatif terbaru dapat mengarah pada dimulainya kembali pembicaraan antara Ukraina dan Federasi Rusia, yang membuka jalan bagi gencatan senjata segera, penuh, dan tanpa syarat, guna memungkinkan tercapainya perdamaian yang adil, komprehensif, dan langgeng sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan resolusi-resolusi PBB yang relevan," kata juru bicara (jubir) Sekjen PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers harian pada Selasa (8/9).
PBB menginginkan dimulainya kembali perundingan tersebut dapat membuka jalan menuju gencatan senjata yang segera, penuh, dan tanpa syarat.
Gencatan senjata itu diharapkan menjadi landasan bagi terwujudnya perdamaian yang adil, komprehensif, dan langgeng sesuai dengan hukum internasional.
Upaya perdamaian tersebut juga diharapkan berjalan berdasarkan Piagam PBB serta berbagai resolusi PBB yang relevan.
PBB menyatakan siap mendukung seluruh upaya yang berarti untuk mencapai tujuan perdamaian tersebut.
Guterres Soroti Serangan terhadap Warga Sipil
Di tengah berlangsungnya berbagai upaya diplomatik, Guterres tetap sangat prihatin terhadap serangan yang terus terjadi dan menyasar warga sipil serta infrastruktur sipil di Ukraina dan Rusia.
Guterres menyerukan agar serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil tersebut segera dihentikan.
Sekjen PBB juga mendesak Ukraina dan Rusia memastikan terciptanya kondisi yang kondusif bagi kelanjutan berbagai upaya diplomatik.
- Penulis :
- Leon Weldrick




