
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangkaian serangan lintas batas kelompok Houthi terhadap Arab Saudi yang dilaporkan melukai puluhan warga sipil dan berdampak pada infrastruktur energi.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan organisasi tersebut prihatin terhadap dampak serangan, terutama setelah muncul laporan mengenai korban dari kalangan sipil.
"Kami mengecam serangan lintas batas Houthi terhadap sejumlah lokasi di wilayah selatan Arab Saudi. Serangan-serangan ini berdampak pada warga sipil dan infrastruktur energi. Kami tentu sangat prihatin atas laporan mengenai jatuhnya korban sipil," kata Dujarric, Selasa (8/9/2026).
PBB menyerukan seluruh pihak menahan diri untuk mencegah konflik berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas.
Juru bicara koalisi internasional pimpinan Arab Saudi, Turki Al-Maliki, sebelumnya menyebut sedikitnya 73 orang terluka akibat serangan Houthi terhadap wilayah Arab Saudi.
Konflik Yaman Kembali Memanas
Situasi keamanan di Yaman memburuk dalam beberapa hari terakhir seiring berlanjutnya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan yang loyal kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Pasukan pemerintah Yaman dalam konflik tersebut mendapatkan dukungan dari koalisi militer pimpinan Arab Saudi.
Konfrontasi Arab Saudi dan Houthi meningkat sejak Juli 2026 setelah terjadi serangan terhadap bandara di Sanaa yang berada di bawah kendali kelompok Houthi.
Houthi menyalahkan Arab Saudi atas serangan tersebut dan mengumumkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas di wilayah Saudi, termasuk Bandara Abha.
Arab Saudi kemudian kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah wilayah Yaman yang berada di bawah kendali Houthi.
PBB Soroti Kebutuhan Bantuan Kemanusiaan
Di tengah meningkatnya konflik, PBB menyoroti kebutuhan kemanusiaan masyarakat Yaman yang masih berada pada tingkat tinggi.
Dujarric menyebut pendanaan yang berhasil dihimpun baru mencapai 438 juta dolar AS dari total kebutuhan bantuan PBB sebesar 2,2 miliar dolar AS.
Kondisi tersebut berlangsung ketika pertempuran kembali meningkat dan risiko eskalasi antara Houthi, pemerintah Yaman, serta Arab Saudi masih membayangi kawasan.
PBB karena itu meminta seluruh pihak menghindari tindakan yang dapat memperburuk konflik dan meningkatkan dampaknya terhadap warga sipil.
- Penulis :
- Aditya Yohan




