HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Sebut Pemilu Paruh Waktu Jadi Pertimbangan AS Tak Serang Iran Secara Penuh

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Sebut Pemilu Paruh Waktu Jadi Pertimbangan AS Tak Serang Iran Secara Penuh
Foto: (Sumber :Ilustrasi -Bendera Amerika Serikat dan Iran. ANTARA/Anadolu Agency/pri.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pertimbangan pemilu paruh waktu pada 3 November 2026 menjadi salah satu alasan negaranya tidak melancarkan serangan secara penuh terhadap Iran.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (10/9/2026) ketika ditanya mengenai desakan agar Amerika Serikat bertindak habis-habisan dalam perang dengan Iran.

“Yah, mungkin saya tidak melakukan itu karena pemilu,” kata Trump.

Trump memperkirakan perang dengan Iran dapat berakhir setelah pemilu paruh waktu, bahkan membuka kemungkinan konflik tersebut selesai sebelum pemungutan suara berlangsung.

“Mereka sudah tertatih-tatih. Mereka sedang dalam masalah besar,” ucapnya.

Trump Klaim Sebagian Besar Kemampuan Iran Dihancurkan

Trump mengatakan Iran masih memiliki kemampuan meluncurkan rudal meskipun sebagian besar kemampuan militernya diklaim telah dihancurkan Amerika Serikat.

“Mereka punya banyak, dan mereka masih punya beberapa. Sebagian besar telah dihancurkan … Tetapi mereka punya rudal. Mereka akan selalu memiliki sejumlah rudal,” katanya.

Trump juga menegaskan tidak menyesali langkah yang telah diambil pemerintahannya dalam perang melawan Iran.

“Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukan persis seperti yang saya lakukan,” tambahnya.

Trump Singgung Kemampuan Nuklir Iran

Trump mengklaim Amerika Serikat telah melumpuhkan kemampuan nuklir Iran dan menyebut Teheran berpotensi menggunakannya apabila memiliki senjata nuklir.

“Mereka gila ... Mereka akan menghancurkan Israel. Mereka akan menghancurkan Timur Tengah dan mereka akan mulai menyerang beberapa kota kita,” katanya.

Trump mengatakan keberadaan senjata nuklir di tangan Iran akan membuat Amerika Serikat menghadapi Teheran dengan pendekatan yang berbeda.

“Jika Iran memiliki senjata nuklir, kita akan menelepon dan berkata, ‘Tuan, bisakah kita bertemu?’ Kita akan menghadapi mereka dengan cara yang sangat berbeda,” tambahnya.

Pernyataan Trump muncul di tengah berlanjutnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah rangkaian serangan yang melibatkan kedua pihak.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026