HOME  ⁄  Geopolitik

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Timur-Barat setelah Serangkaian Serangan Picu Korban Luka

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Timur-Barat setelah Serangkaian Serangan Picu Korban Luka
Foto: (Sumber :Peluncuran pesawat nirawak (drone) yang diduga diarahkan ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. ANTARA/XINHUA/HO-Houthi Media Center.)

Pantau - Pemerintah Arab Saudi menutup Jalur Pipa Timur-Barat pada Jumat (11/9/2026) sebagai langkah pencegahan setelah fasilitas strategis tersebut menjadi sasaran sejumlah serangan sehari sebelumnya.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan serangan menyasar jalur pipa di wilayah Riyadh bagian tengah dan Madinah bagian barat serta mengakibatkan sejumlah korban luka.

Tim darurat dan teknis langsung dikerahkan untuk mengamankan jalur pipa sekaligus mengevaluasi tingkat keamanannya melalui koordinasi dengan otoritas terkait.

Jalur Pipa Hubungkan Ladang Minyak dengan Laut Merah

Arab Saudi telah menggelontorkan investasi berskala besar untuk membangun Jalur Pipa Timur-Barat sebagai salah satu infrastruktur strategis sektor energi negara tersebut.

Jalur tersebut digunakan untuk mengalirkan minyak mentah dari ladang-ladang minyak di wilayah timur Arab Saudi menuju Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Infrastruktur itu memungkinkan pengiriman minyak menuju Laut Merah tanpa melalui Selat Hormuz.

Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah pencegahan sembari tim terkait mengevaluasi keamanan fasilitas setelah terjadinya serangan.

Fasilitas Energi Arab Saudi Berulang Kali Jadi Sasaran

Sejumlah fasilitas sipil dan energi Arab Saudi belakangan berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman.

Kelompok Houthi menyatakan serangan-serangan tersebut merupakan balasan atas serangan udara Arab Saudi di wilayah Yaman barat laut yang berada di bawah kendali mereka.

Serangkaian serangan tersebut membuat Arab Saudi mengambil langkah pengamanan terhadap Jalur Pipa Timur-Barat untuk mencegah risiko lanjutan terhadap fasilitas energi strategisnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026