HOME  ⁄  Geopolitik

GCC Kecam Serangan Drone ke Jalur Pipa Minyak Saudi, Irak Diminta Cegah Serangan Berulang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

GCC Kecam Serangan Drone ke Jalur Pipa Minyak Saudi, Irak Diminta Cegah Serangan Berulang
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pertemuan para pejabat Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) dan Uni Eropa secara daring pada Kamis (5/3/2026). /ANTARA/HO-Kedubes UEA..)

Pantau - Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam keras serangan drone yang menargetkan East-West Pipeline milik Arab Saudi di wilayah Riyadh dan Madinah hingga menyebabkan sejumlah orang terluka dan fasilitas mengalami kerusakan.

Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi pada Jumat (11/9/2026) menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan ancaman terhadap keamanan Arab Saudi, integritas wilayah, serta fasilitas vital negara itu.

Albudaiwi juga menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.

Ia mendesak Irak meningkatkan upaya dan mengambil langkah tegas untuk mencegah wilayahnya digunakan sebagai lokasi peluncuran serangan serupa.

GCC Nyatakan Solidaritas terhadap Arab Saudi

Albudaiwi menegaskan solidaritas penuh GCC terhadap Arab Saudi menyusul serangan yang menyasar infrastruktur minyak tersebut.

GCC juga menyatakan dukungan terhadap langkah yang diambil Riyadh untuk melindungi keamanan, stabilitas, integritas wilayah, fasilitas, warga negara, dan penduduknya.

Arab Saudi sebelumnya menghentikan sementara operasi East-West Pipeline sebagai tindakan pencegahan setelah sejumlah drone menyerang jalur pipa minyak di Riyadh dan Madinah pada Kamis (10/9/2026) pagi.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan sejumlah orang terluka akibat serangan tersebut dan telah mendapatkan perawatan medis.

Serangan juga mengakibatkan kerusakan pada jalur pipa sehingga tim darurat dan teknis dikerahkan untuk mengamankan fasilitas serta menilai kondisinya.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan drone yang digunakan dalam serangan tersebut berasal dari Irak.

Saudi Tunda Pembalasan, Irak Lakukan Penyelidikan

Riyadh memutuskan tidak melakukan pembalasan “pada tahap ini” setelah Perdana Menteri Irak meminta Arab Saudi memberikan kesempatan kepada Baghdad untuk mengambil langkah guna mencegah serangan lanjutan dari wilayah Irak.

Arab Saudi menyatakan mendukung upaya Baghdad, tetapi tetap mempertahankan hak untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan, keamanan, dan infrastrukturnya.

Pemerintah Irak mengecam serangan tersebut dan menegaskan wilayah serta ruang udaranya tidak akan digunakan sebagai titik peluncuran serangan terhadap negara mana pun.

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi yang juga merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata memerintahkan penyelidikan terhadap serangan tersebut.

Otoritas Irak juga diperintahkan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam serangan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026