
Pantau - Turkiye diperkirakan mengajukan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah dengan Arab Saudi dan Pakistan kepada parlemen untuk mendapatkan persetujuan pada Oktober 2026 sebelum diratifikasi oleh presiden.
Menurut laporan Middle East Eye yang mengutip seorang pejabat Turkiye, pakta tersebut belum berlaku karena masih harus melewati prosedur persetujuan internal di masing-masing negara peserta.
Menurut pejabat tersebut, “masyarakat tidak ingin memahami, tetapi yang kami bangun bukan hanya aliansi keamanan, melainkan sebenarnya sebuah organisasi internasional.”
Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye menandatangani Perjanjian Mekkah pada 7 Agustus 2026.
Serangan terhadap Satu Negara Dianggap Menyerang Ketiganya
Perjanjian tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh negara peserta.
Pakta itu juga mencakup perluasan kerja sama dan koordinasi militer serta pengembangan proyek bersama di bidang industri pertahanan.
Ketentuan tersebut akan mulai berlaku setelah seluruh prosedur persetujuan internal di Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan diselesaikan.
Tiga Negara Akan Bentuk Mekanisme Penilaian Ancaman
Pejabat Turkiye tersebut mengatakan ketiga negara masih membutuhkan waktu untuk membentuk mekanisme penilaian ancaman, konsultasi, dan koordinasi setelah pakta mulai berlaku.
Mekanisme itu akan digunakan apabila salah satu negara membutuhkan bantuan sesuai kerangka Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




