HOME  ⁄  Geopolitik

UNIFIL Mencatat 152 Pelanggaran Wilayah Udara Lebanon oleh Israel dalam Tiga Hari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

UNIFIL Mencatat 152 Pelanggaran Wilayah Udara Lebanon oleh Israel dalam Tiga Hari
Foto: (Sumber :Arsip foto - Jurubicara PBB Stephane Dujarric./ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mencatat 152 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh militer Israel dalam tiga hari terakhir, menurut Juru Bicara PBB Stephane Dujarric pada Kamis (17/9/2026).

"Rekan-rekan penjaga perdamaian kami di Lebanon melalui UNIFIL terus mengamati aktivitas harian Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di wilayah Lebanon ... Penjaga perdamaian mencatat 152 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh IDF dalam tiga hari terakhir," kata Dujarric dalam taklimat pers.

Menurut Dujarric, militer Israel juga melancarkan 24 serangan udara dan delapan kali memasuki perairan berdaulat Lebanon dalam periode tersebut.

UNIFIL Catat Ledakan di Lebanon Selatan

Dujarric mengatakan IDF juga terus menjatuhkan jeriken berisi bahan peledak di wilayah operasi misi penjaga perdamaian PBB.

"Sedikitnya 11 ledakan tercatat pada Senin dan Rabu," kata Dujarric.

Menurut dia, ledakan tersebut tercatat di sekitar Al-Mansouri, Lebanon selatan.

"Pada Rabu, sebuah drone tanpa senjata yang berasal dari posisi IDF di sebelah selatan Garis Biru jatuh di dekat posisi UNIFIL di Houla. Drone-drone IDF lainnya kemudian memantau upaya evakuasi drone tersebut," katanya.

Kesepakatan Gencatan Senjata Masih Hadapi Tantangan

Lebanon dan Israel sebelumnya menandatangani kesepakatan kerangka kerja di Washington DC pada 26 Juni 2026 yang mengatur gencatan senjata penuh dan pemulihan kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan dengan syarat pelucutan senjata Hizbullah.

Pembicaraan mengenai mekanisme pelaksanaan kesepakatan tersebut kemudian dilanjutkan di Roma pada 6-7 Agustus 2026.

Serangan Israel terhadap wilayah Lebanon masih dilaporkan terjadi setelah kesepakatan tersebut.

Militer Israel juga masih mempertahankan keberadaannya di Lebanon selatan, sementara sebagian penduduk setempat meninggalkan wilayah tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026