
Pantau - Pusat kebudayaan Amerika Serikat John F. Kennedy Center di Washington D.C. akan ditutup selama sepekan karena risiko keselamatan di tengah sengketa hukum terkait perubahan nama yang melibatkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Direktur Eksekutif Kennedy Center Charles Matthew Floca menyampaikan rencana penutupan tersebut melalui dokumen pengadilan yang dikutip RIA Novosti.
"Selama penutupan sementara yang akan berlangsung selama tujuh hari, kecuali diperpanjang, saya akan melakukan penilaian terhadap risiko keselamatan di bagian utama gedung yang ada kerusakan struktural parah," kata Floca.
Floca menyatakan penutupan dilakukan karena terdapat risiko "akut" yang dapat berdampak terhadap keselamatan publik.
Perubahan Nama Kennedy Center Jadi Sengketa
Trump pada Selasa (15/9/2026) mengatakan pimpinan Kennedy Center telah memutuskan menutup gedung tersebut untuk melakukan pekerjaan perbaikan yang diperlukan demi memastikan keselamatan.
Trump menginginkan namanya dipasang pada fasad gedung seni pertunjukan yang dibangun sebagai monumen peringatan bagi Presiden ke-35 AS John F. Kennedy tersebut.
Trump juga mengatakan renovasi dapat dibatalkan apabila pengadilan memutuskan namanya tidak boleh ditambahkan pada fasad Kennedy Center.
Pada Mei 2026, pengadilan di Washington melarang Trump mengganti nama Kennedy Center menjadi namanya tanpa persetujuan Kongres.
Pengadilan juga memerintahkan penghapusan nama Donald Trump yang telah terpasang pada fasad gedung sejak Desember 2025.
Pemerintahan Trump menentang putusan tersebut.
Pengadilan turut melarang pemerintahan Trump mengalokasikan dana federal sebesar 257 juta dolar AS atau sekitar Rp4,5 triliun untuk renovasi Kennedy Center selama dua tahun.
Sejumlah Seniman Batalkan Penampilan
John F. Kennedy Center dibuka pada 1971 dan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai konser, pertunjukan, serta program kebudayaan lainnya.
Sejumlah tokoh seperti Mstislav Rostropovich, Robert De Niro, dan Aretha Franklin pernah tampil di Kennedy Center.
Belakangan, sejumlah seniman dilaporkan membatalkan penampilan mereka setelah Trump menunjuk pimpinan baru untuk pusat kebudayaan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




