HOME  ⁄  Geopolitik

China dan ASEAN Segera Membentuk Kawasan Perdagangan Bebas Tingkat Tinggi melalui CAFTA 3.0

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China dan ASEAN Segera Membentuk Kawasan Perdagangan Bebas Tingkat Tinggi melalui CAFTA 3.0
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Seorang petugas satuan pengamanan melakukan patroli di sekitar kapal tanker berbendera asing yang akan memuat material crude palm oil (CPO) di Dermaga B Curah Cair Pelabuhan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid /tom).)

Pantau - China dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) segera membentuk kawasan perdagangan bebas tingkat lanjut melalui implementasi Protokol Pembaruan Perjanjian Perdagangan Bebas China-ASEAN atau CAFTA 3.0.

Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri upacara pembukaan China-ASEAN Expo (CAEXPO) di Nanning, China, Kamis (17/9/2026).

“Pada November 2022, China dan ASEAN secara resmi memulai negosiasi CAFTA 3.0 (Protokol Pembaruan Perjanjian Perdagangan Bebas China-ASEAN). Berkat upaya bersama kedua belah pihak, Protokol Peningkatan CAFTA 3.0 telah ditandatangani secara resmi,” kata Ding.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam upacara pembukaan CAEXPO dan dikutip Xinhua pada Jumat (18/9).

China dan ASEAN Percepat Pemberlakuan CAFTA 3.0

Ding mengatakan China dan negara-negara ASEAN saat ini sedang menjalani prosedur hukum masing-masing untuk mempercepat pemberlakuan dan pelaksanaan CAFTA 3.0.

Kesepakatan tersebut dirancang menjadi kerangka perdagangan bebas yang lebih inklusif dan modern sekaligus mempermudah aktivitas perdagangan antara China dan negara-negara ASEAN.

CAFTA 3.0 juga mencakup perluasan kerja sama ke sejumlah bidang baru yang berkembang di kawasan.

Ekonomi Digital dan Hijau Masuk Cakupan Kerja Sama

Ding menyebut ekonomi digital dan ekonomi hijau menjadi bagian dari bidang baru yang akan dikembangkan melalui CAFTA 3.0.

Pembentukan kawasan perdagangan bebas tingkat lanjut tersebut juga diarahkan untuk memperkuat dukungan kelembagaan terhadap kerja sama dan pembangunan regional.

Menurut Ding, implementasi kesepakatan itu sekaligus akan meningkatkan tingkat keterbukaan di kawasan China dan ASEAN.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026