HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Sebut CNN, MS NOW, dan Politico Dilarang Masuk Gedung Putih Mulai Segera

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Sebut CNN, MS NOW, dan Politico Dilarang Masuk Gedung Putih Mulai Segera
Foto: (Sumber :Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi keterangan kepada awak media di Padang Selatan Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 1 Mei 2026. ANTARA/XINHUA/Li Yuanqing.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan CNN, MS NOW yang sebelumnya dikenal sebagai MSNBC, serta Politico dilarang masuk ke Gedung Putih dan menyebut kebijakan tersebut berlaku segera.

Trump menyampaikan pernyataan itu melalui unggahan di Truth Social pada Jumat (18/9/2026) dengan menuding ketiga media tersebut menerbitkan pemberitaan yang menurutnya palsu atau direkayasa mengenai dirinya, pemerintahannya, dan Amerika Serikat.

"Media tidak boleh terus-menerus menulis atau memberitakan FIKSI dan KEBOHONGAN ketika mereka meliput Presiden AS, Pemerintahan Trump, atau Negara AS," kata Trump.

Trump juga menyatakan "Media Penyebar Berita Palsu Lainnya" akan menyusul menghadapi pembatasan serupa.

Hubungan Trump dengan Media Diwarnai Ketegangan

Hubungan Trump dengan sejumlah media pemberitaan Amerika Serikat diwarnai ketegangan sejak awal masa jabatan keduanya.

Trump berulang kali mengkritik pemberitaan yang ia sebut sebagai "berita palsu" dan mengambil tindakan hukum terhadap sejumlah media.

Larangan terhadap CNN, MS NOW, dan Politico menjadi perkembangan terbaru dalam hubungan Trump dengan organisasi media di Amerika Serikat.

Reporter AP Pernah Dibatasi Aksesnya

Pada Februari 2025, reporter The Associated Press (AP) juga sempat dilarang mengakses Oval Office Gedung Putih, Mar-a-Lago, dan Air Force One.

Pembatasan tersebut terjadi setelah AP menolak menggunakan nama "Teluk Amerika" untuk Teluk Meksiko menyusul perubahan penamaan oleh pemerintahan Trump.

Klaim terbaru Trump mengenai larangan terhadap tiga media tersebut belum dapat diverifikasi secara independen melalui penelusuran sumber terkini dalam sesi ini.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026