
Pantau - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri tidak ragu kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan studi.
Luhut menyampaikan pesan tersebut saat memberikan kuliah tamu di School of Public Policy and Management, Universitas Tsinghua, Beijing, China, Jumat (18/9/2026).
"Kepada Anda semua, generasi muda Indonesia yang saat ini menempuh pendidikan di sini, jangan ragu terhadap masa depan Indonesia. Saya selalu menyampaikan hal ini kepada mereka," kata Luhut.
Kuliah tersebut dihadiri sekitar 200 mahasiswa asal Indonesia dan negara lain, sementara Luhut diketahui memperoleh gelar Honorary Professor dari Universitas Tsinghua pada 2024.
"Di mana pun saya berbicara saya selalu mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang berkembang. Jangan ragu untuk datang dan berinvestasi, Indonesia akan selalu menjadi negara yang kuat dan kita tahu cara mengatasi masalah kita sendiri. Kita tidak butuh orang lain menggurui kita tentang cara memajukan Indonesia," kata Luhut menambahkan.
Luhut Soroti Transformasi Ekonomi dan Digitalisasi Pemerintahan
Luhut mengatakan Indonesia perlu melakukan transformasi ekonomi melalui industrialisasi, energi bersih, teknologi, dan penguatan investasi.
"Kita ingin tumbuh lebih cepat. Namun, kita juga ingin tumbuh dengan kualitas yang lebih baik," ungkap Luhut.
Menurut Luhut, salah satu transformasi penting yang sedang dilakukan pemerintah adalah digitalisasi pemerintahan.
"Salah satu bagian penting dari transformasi ini adalah teknologi pemerintahan. Indonesia kini sedang membangun infrastruktur publik digital, identitas digital, pembayaran digital, dan pertukaran data digital. Segala aspek kehidupan di Indonesia akan kita gerakkan melalui sistem digital yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI)," katanya.
Luhut menyebut pemerintah sedang membangun sebuah ekosistem digital yang nantinya digunakan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.
"Saya ingin membangun layanan publik yang terintegrasi, yang pada akhirnya memanfaatkan 'big data' dan kecerdasan buatan secara lebih luas. Saat saya memulai program ini, banyak pihak yang pesimistis mengenai keberhasilannya. Namun, hari ini saya bisa sampaikan bahwa kami sudah mencapai 80 persen dari target," ujar Luhut menjelaskan.
Luhut mengatakan program tersebut menggunakan anggaran rutin serta melibatkan anak-anak muda Indonesia dalam proses perancangannya.
"Tidak ada pihak asing yang terlibat dalam proses ini. Kami memang mendengarkan masukan dan mengirim tim kami ke India, China, serta negara-negara lain untuk belajar. Namun, merekalah, anak-anak muda Indonesia, yang mengerjakannya. Saya katakan kepada mereka, jika China dan AS bisa melakukannya, Indonesia pun bisa. Kalian harus bangga menjadi orang Indonesia!" kata Luhut dengan tegas.
Luhut juga menyebut sistem e-catalog di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai salah satu program dalam ekosistem digitalisasi tersebut.
Menurut Luhut, sistem tersebut dapat menghemat sekitar 30-40 persen biaya pengadaan pemerintah dari total anggaran pengadaan sebesar 150 miliar dolar AS.
Mahasiswa Diminta Menimba Pengalaman Sebelum Kembali ke Indonesia
Luhut berharap mahasiswa Indonesia di Universitas Tsinghua dapat memanfaatkan kesempatan belajar dan mencari pengalaman di China sebelum kembali ke Tanah Air.
"Saya sangat berharap, setelah lulus dari Universitas Tsinghua, Anda semua akan kembali ke Indonesia. Tinggallah di sini untuk sementara waktu, belajarlah, dan timba pengalaman bersama perusahaan-perusahaan China. Saat kembali ke Indonesia nanti, Anda bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan negara kita," kata Luhut.
Selain memberikan kuliah umum, Luhut bertemu dengan Komite Partai Komunis China Tsinghua Qiu Young dan timnya untuk membahas peluang kerja sama.
Dalam pertemuan tersebut, Luhut meminta Universitas Tsinghua mengadakan pelatihan singkat mengenai ekonomi atau AI bagi tim Dewan Ekonomi Nasional.
"Pelatihannya bisa 10 hari untuk 10 orang tapi rutin mengirimkan orang setiap enam bulan atau melakukan kolaborasi riset karena menurut saya sangat penting bagi Dewan Ekonomi Nasional untuk memiliki program pelatihan dan riset bersama negara lain," kata Luhut saat bertemu dengan Qiu Young.
Qiu Young menyatakan Universitas Tsinghua siap memanfaatkan kekuatan multidisiplinnya untuk memperluas pertukaran dengan universitas, lembaga penelitian, instansi pemerintah, dan para pemimpin di Indonesia.
"Kami mendukung untuk memberikan pelatihan dan dukungan intelektual bagi kerja sama China-Indonesia. Menurut saya, sampai batas tertentu, merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk berkontribusi pada kerja sama dan persahabatan antara kedua negara kita," ungkap Qiu Young.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




