
Pantau - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan sepakat memperkuat kerja sama terkait konflik di Timur Tengah di tengah ketidakpastian upaya mewujudkan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan kedua pemimpin di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa (22/9/2026).
Jepang Dorong Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Jepang, Takaichi menyampaikan keinginan untuk menyelesaikan perjanjian kemitraan ekonomi Jepang-Turkiye yang telah dibahas sejak 2014.
Takaichi juga ingin memperdalam hubungan kedua negara dalam bidang peralatan pertahanan.
Perdana Menteri Jepang tersebut turut menyampaikan apresiasi atas upaya Turkiye dalam memediasi konflik AS-Israel dengan Iran.
Takaichi menegaskan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz untuk menjamin pelayaran yang bebas dan aman.
Erdogan Ingin Perluas Hubungan dengan Jepang
Erdogan menyampaikan harapan agar hubungan Turkiye dan Jepang dapat ditingkatkan dalam bidang ekonomi, pertahanan, serta pendidikan.
Presiden Turkiye tersebut juga menyatakan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan Jepang dalam menangani sejumlah isu internasional.
Situasi terkait Iran dan persoalan Palestina menjadi beberapa isu yang dibahas dalam rencana penguatan kerja sama kedua negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan




