
Pantau - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mendorong masyarakat menikmati proses pemilahan dan pengelolaan sampah sekaligus memperoleh manfaat dari hasilnya untuk menjaga kebersihan kawasan wisata.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Achmad Hariadi mengatakan kebersihan menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata di wilayah kepulauan tersebut.
“Pulau Seribu identik dengan pariwisata, pariwisata identik dengan kebersihan. Pulau Seribu memberikan satu tagline Enjoy Waste Management," kata Achmad di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pemkab pun terus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan serta melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber.
Pengelolaan Sampah Dukung Pariwisata Berkelanjutan
Menurut Achmad, pemilahan dan pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya mendukung pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Seribu.
"Kepulauan Seribu adalah masa depan Jakarta. Jadi, semua kegiatan pariwisata semakin banyak di Pulau Seribu," ujar Achmad.
Keindahan alam Kepulauan Seribu dinilai menjadi daya tarik wisata yang harus dijaga melalui kebersihan lingkungan dan keterlibatan masyarakat.
"Kalau datang ke Pulau Seribu, foto apa pun, gaya apa pun, gaya tiduran jadi bagus dan memang pariwisata auranya bagus," tutur Achmad.
Wakil Camat Kepulauan Seribu Utara Wahyudi juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam aksi nyata menjaga lingkungan.
“Kami berharap masyarakat yang memiliki kepedulian lingkungan turut berkontribusi dalam menciptakan kawasan wisata yang bersih dan nyaman,” ungkap Wahyudi.
Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu sebelumnya juga melibatkan finalis Abang None Kepulauan Seribu 2026 dalam kegiatan membersihkan sampah di kawasan destinasi wisata pada Selasa (22/9/2026).
Pemilahan Sampah dari Sumber Capai 59 Persen
Achmad mengungkapkan pelaksanaan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber di Kepulauan Seribu telah mencapai 59 persen.
“Pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber di Kepulauan Seribu telah mencapai 59 persen,” kata Achmad, Jumat (18/9/2026).
Menurut dia, kolaborasi seluruh pihak masih diperlukan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah Kepulauan Seribu.
Saat ini sampah telah dikelola di 11 pulau berpenduduk, termasuk melalui pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak di Pulau Untung Jawa.
“Ternak bebek di Pulau Untung Jawa menjadi yang pertama dan sudah siap menjadi solusi dalam penanganan sampah organik," imbuh Achmad.
- Penulis :
- Aditya Yohan




