
Pantau - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan negara tersebut telah memiliki infrastruktur teknologi untuk memproduksi rudal dengan jarak jangkau yang secara signifikan lebih jauh.
Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Selasa, 22 September 2026.
Mohebbi mengatakan produksi rudal dengan jangkauan lebih jauh masih membutuhkan keputusan politik di dalam negeri sebelum dapat dilakukan.
IRGC Klaim Akan Hadirkan Senjata Baru
Mohebbi menyatakan Iran akan memperkenalkan senjata baru dalam setiap konfrontasi dengan peningkatan jarak jangkau, akurasi, dan daya hancur.
Menurut dia, medan perang menjadi tempat untuk menguji senjata-senjata baru tersebut.
Mohebbi juga mengklaim Iran baru-baru ini menguji rudal baru terhadap sebuah kapal induk dan kapal perang milik Amerika Serikat.
Menurut klaim Mohebbi, rudal tersebut menghantam kapal induk yang berada dalam jangkauan 500 kilometer.
Ia mengatakan serangan tersebut tidak melumpuhkan kapal induk AS, tetapi menyebabkan kerusakan pada kapal itu.
Mohebbi juga menyatakan Iran meyakini serangan tersebut menimbulkan korban, meskipun menurut dia pihak AS tidak mengumumkannya.
Iran Sebut Serangan sebagai Peringatan
Sebelumnya pada September 2026, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah IRIB TV bahwa Iran telah melancarkan serangan penting "dalam kurun 48 jam sebelumnya" terhadap sebuah kapal induk AS.
Rezaei menyebut serangan tersebut sebagai peringatan agar "musuh" menyadari blokade laut mereka rentan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




