
Pantau - Delegasi Kuba meninggalkan ruang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York, Amerika Serikat, Selasa pagi, 22 September 2026 waktu setempat, ketika Presiden AS Donald Trump berbicara mengenai Kuba dalam pidatonya pada sesi ke-81 UNGA.
Rekaman video memperlihatkan sejumlah anggota delegasi Kuba berdiri dan meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes ketika Trump menyebut Kuba sebagai "negara gagal".
Trump Singgung Situasi Kuba
Dalam pidatonya, Trump mengatakan pemerintahannya sedang "mengupayakan perubahan fundamental terhadap situasi di Kuba," seraya menuduh negara tersebut menjalin "hubungan dengan kelompok-kelompok subversif dan radikal."
Trump juga mengatakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sedang menangani negosiasi dengan Kuba.
Hubungan bilateral Amerika Serikat dan Kuba telah mengalami ketegangan selama beberapa dekade.
Tekanan AS terhadap Kuba Meningkat
Amerika Serikat meningkatkan tekanan dan sanksi terhadap Kuba sejak akhir Januari 2026.
Setelah aksi militer AS terhadap Venezuela dan Iran pada tahun ini, Trump mengancam bahwa "berikutnya adalah Kuba," serta memberlakukan blokade minyak dan mengintensifkan embargo terhadap negara tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




