HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Sebut 550 Ribu Liter BBM yang Diizinkan Masuk ke Gaza Belum Memadai

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Sebut 550 Ribu Liter BBM yang Diizinkan Masuk ke Gaza Belum Memadai
Foto: (Sumber :Seorang pria mengisi jerigen minyak dengan bahan bakar di kota Deir el-Balah, Jalur Gaza tengah, 16 April 2024. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad.)

Pantau - Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan 550.000 liter bahan bakar minyak (BBM) yang diizinkan masuk ke Jalur Gaza masih berada di bawah kebutuhan minimum untuk menopang layanan dasar.

OCHA menyebut bahan bakar yang diizinkan masuk pada Selasa (22/9/2026) tersebut dapat membantu mempertahankan operasional layanan dasar, tetapi jumlah keseluruhannya dinilai belum memadai.

OCHA juga menyebut alokasi dana sebesar 2 juta dolar AS pada Kamis (17/9/2026) dari dana kemanusiaan yang dikelolanya untuk wilayah Palestina yang diduduki, bersama donasi terbaru dari Qatar, menjadi langkah sementara untuk mendanai pasokan bahan bakar bagi fasilitas medis di Gaza.

“Pendanaan tambahan sangat dibutuhkan untuk mempertahankan ketersediaan bahan bakar dan mencegah perlambatan yang berbahaya pada layanan kesehatan, penyediaan air, operasi penyelamatan, pembersihan puing, serta layanan-layanan penting lainnya,” ungkap OCHA.

OCHA Soroti Ketergantungan pada Generator

OCHA menyatakan para mitra kemanusiaan melaporkan penggunaan generator cadangan secara ekstensif saat ini tidak dapat dipertahankan.

Persetujuan masuknya oli mesin, suku cadang, panel surya, dan bahan bakar komersial dinilai krusial, termasuk dimulainya kembali operasional Pembangkit Listrik Gaza.

Ketersediaan bahan bakar diperlukan untuk mempertahankan sejumlah layanan penting, mulai dari fasilitas kesehatan dan penyediaan air hingga operasi penyelamatan serta pembersihan puing.

Sekitar Satu Juta Pengungsi Hadapi Risiko Banjir

Menjelang musim hujan, OCHA menyebut 989 dari 1.764 lokasi pengungsian yang telah dikaji di seluruh Gaza berada di kawasan dengan risiko banjir sedang hingga tinggi.

Lokasi-lokasi pengungsian tersebut menampung sekitar satu juta orang.

“Banyak keluarga pengungsi bertahan di tempat-tempat penampungan yang kondisinya kian memburuk sejak musim dingin tahun lalu, dengan perlindungan yang terbatas, sistem drainase yang tidak memadai, serta kekurangan kasur, selimut, dan barang kebutuhan pokok rumah tangga lainnya,” papar OCHA.

“Para mitra memperingatkan bahwa sekitar 400.000 jiwa mungkin perlu direlokasi begitu hujan lebat mulai turun,” papar OCHA.

Para mitra kemanusiaan kini berupaya meningkatkan sistem drainase, memperkuat tempat penampungan, menyalurkan material dan peralatan penting, serta membantu warga yang memilih untuk direlokasi.

OCHA menyebut upaya tersebut menghadapi keterbatasan sumber daya dan minimnya ketersediaan lahan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026