
Pantau - Pemerintah China menyatakan kesiapan bekerja sama dengan Indonesia untuk mendorong kerja sama pertahanan dan keamanan yang lebih nyata setelah berlangsungnya sejumlah pertemuan pejabat pertahanan kedua negara.
"Kami bersedia bekerja sama dengan pihak Indonesia untuk melaksanakan konsensus penting kedua kepala negara dan lebih lanjut mendorong kerja sama nyata antara kedua angkatan bersenjata agar mencapai hasil yang lebih besar," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Kolonel Senior Jiang Bin dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (24/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sejumlah pertemuan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan pejabat Kementerian Pertahanan dan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.
"Hubungan antara kedua negara dan kedua angkatan bersenjata saling bersahabat," tambah Jiang Bin.
Indonesia-China Perkuat Kerja Sama Keamanan
Sjafrie dan Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun sebelumnya bertemu di Jakarta pada 21 Agustus 2026 dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan China sepakat memperkuat kerja sama penegakan hukum dan keamanan untuk menangani kejahatan lintas negara, pengejaran buronan, serta pemulihan aset hasil kejahatan.
Kedua negara juga membahas kerja sama internasional untuk memberantas penipuan telekomunikasi dan daring.
Indonesia dan China turut menyepakati pelaksanaan dokumen kerja sama keamanan maritim serta upaya menjaga keamanan dan kelancaran jalur pelayaran utama.
Sjafrie kemudian menghadiri Beijing Xiangshan Forum 2026 pada 16 September 2026 dan menyampaikan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif membuat Indonesia terbuka menjalin persahabatan dengan semua negara, termasuk kerja sama pertahanan dengan China.
Pertukaran Militer Jadi Bagian Kerja Sama
Sjafrie bertemu Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China Jenderal Zhang Shengmin di Beijing pada 17 September 2026.
"Kedua angkatan bersenjata harus melaksanakan konsensus penting kedua kepala negara, memperkuat komunikasi strategis, meningkatkan pertukaran dan interaksi di berbagai tingkatan, memperluas kerja sama nyata di berbagai bidang, serta meningkatkan hubungan kedua angkatan bersenjata secara menyeluruh," kata Zhang.
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie menyatakan Indonesia menjalankan kebijakan "Satu China" dan ingin mempertahankan momentum hubungan kedua negara serta angkatan bersenjata.
"Selain itu kami mendorong pertukaran dan kerja sama nyata kedua pihak agar membuahkan lebih banyak hasil dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua negara beserta rakyatnya," ungkap Sjafrie.
TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut PLA sebelumnya menggelar latihan lintas laut atau Passing Exercise (Passex) pada 12 Agustus 2026 dalam perjalanan pulang KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menuju Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




