HOME  ⁄  Geopolitik

Marine Le Pen Sebut Prancis Kehabisan Dana untuk Membantu Ukraina

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Marine Le Pen Sebut Prancis Kehabisan Dana untuk Membantu Ukraina
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera Prancis. (ANTARA/Anadolu).)

Pantau - Pemimpin fraksi parlemen Partai Reli Nasional Prancis, Marine Le Pen, mengatakan negaranya tidak lagi memiliki kemampuan finansial untuk memberikan bantuan kepada Ukraina karena sedang menghadapi situasi keuangan yang sangat sulit.

Pernyataan tersebut disampaikan Le Pen dalam acara Politico Playbook Paris pada Kamis (24/9/2026) waktu setempat.

"Kami (Prancis) tidak bisa lagi membantu Ukraina secara finansial. Kami tidak memiliki dana untuk itu. Bukan rahasia lagi bahwa Prancis saat ini berada dalam situasi keuangan yang sangat sulit," kata Le Pen.

Le Pen Soroti Kondisi Keuangan Prancis

Le Pen menyatakan keterbatasan kondisi keuangan menjadi alasan Prancis, menurut pandangannya, tidak dapat lagi mengalokasikan dana untuk membantu Ukraina.

Pernyataan itu muncul di tengah perdebatan mengenai dukungan negara-negara Eropa terhadap Ukraina.

Le Pen sebelumnya juga menyoroti kebijakan Rusia terhadap sejumlah aset perusahaan asing yang beroperasi di negara tersebut.

Pekan lalu, Le Pen menuding Rusia melakukan tindakan yang dianggap berlawanan menyusul keputusan Moskow menempatkan sejumlah aset perusahaan di bawah pengelolaan sementara.

Aset tersebut mencakup milik peritel Prancis Auchan, produsen makanan Swiss Nestle, serta grup logistik Prancis FM Logistic beserta kompleks pergudangannya.

Medvedev Tanggapi Pernyataan Le Pen

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev pada Senin (21/9/2026) menanggapi pernyataan Le Pen mengenai kebijakan Rusia tersebut.

Medvedev mengatakan Partai Reli Nasional yang dipimpin Le Pen telah menjadi partai Eropa yang lazim bersikap russophobic atau fobia terhadap Rusia.

Pernyataan Le Pen mengenai kemampuan Prancis memberikan bantuan kepada Ukraina merupakan pandangannya sebagai pemimpin fraksi parlemen Partai Reli Nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026