
Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan risiko yang dihadapi kota dan masyarakat pesisir dapat meningkat hingga sepuluh kali lipat pada 2100 apabila tidak ada langkah adaptasi dan mitigasi yang signifikan untuk mengatasi pemanasan global.
Guterres menyampaikan peringatan tersebut dalam sebuah pernyataan pada Kamis (24/9/2026).
"Sekitar 770 juta orang tinggal di wilayah dengan ketinggian kurang dari lima meter di atas garis pasang tertinggi. Tanpa adaptasi dan mitigasi yang signifikan, risiko yang akan dihadapi kota dan masyarakat pesisir bisa meningkat hingga sepuluh kali lipat pada 2100," kata Guterres melalui pernyataan.
Pencairan Es Ancam Infrastruktur dan Sistem Pangan
Guterres mengatakan Greenland dan Antartika Barat mengalami kehilangan es dengan lebih cepat.
Kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan perekonomian, perdagangan, infrastruktur, dan sistem pangan.
Pencairan es juga disebut mengancam integritas wilayah sejumlah negara dan berpotensi memaksa seluruh penduduk untuk bermigrasi.
Risiko tersebut menjadi perhatian karena ratusan juta penduduk dunia saat ini tinggal di kawasan dengan ketinggian kurang dari lima meter di atas garis pasang tertinggi.
Suhu Laut Global Catat Rekor
Pada Agustus 2026, Copernicus Climate Change Service melaporkan tingkat suhu laut global telah mencapai rekor tertinggi baru.
Suhu laut global tersebut tercatat mencapai rata-rata harian 69,9 derajat Fahrenheit.
Kondisi pemanasan global dan pencairan es menjadi faktor yang meningkatkan ancaman terhadap masyarakat dan kota-kota pesisir apabila tidak disertai langkah adaptasi dan mitigasi yang signifikan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




