
Pantau - Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi berulang pada Jumat (25/9/2026) malam dengan enam letusan tercatat sejak pukul 22.15 hingga 23.29 WIB dan tinggi kolom letusan mencapai 800 meter di atas puncak.
Gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut masih berada pada Status Level III atau Siaga.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kolom abu pada erupsi tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Semeru Erupsi Berulang dalam Waktu Singkat
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 22.26 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau mencapai 4.176 mdpl.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tuturnya.
Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 22.40 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak.
Selang 14 menit kemudian atau pukul 22.54 WIB, Semeru kembali erupsi dengan kolom letusan sekitar 400 meter di atas puncak atau mencapai 4.076 mdpl.
Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 23.05 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 300 meter di atas puncak.
"Semeru erupsi kembali pada pukul 23.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak," katanya.
Kolom abu pada rangkaian erupsi tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara.
Dengan demikian, Semeru tercatat mengalami enam kali erupsi sejak pukul 22.15 hingga 23.29 WIB.
Warga Dilarang Beraktivitas di Zona Bahaya
Liswanto menjelaskan aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III atau Siaga sehingga masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Liswanto.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




