
Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tengah mempersiapkan kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Kroasia, termasuk penyusunan nota kesepahaman atau MoU antara kedua negara.
Persiapan kerja sama tersebut dibahas bersama Duta Besar RI untuk Kroasia Suwartini Wirta pada Jumat.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan pemerintah sedang melakukan konsolidasi bersama Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Zagreb terkait dokumen kerja sama.
"Konsolidasi kami lakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan KBRI Zagreb agar dokumen dapat dipersiapkan dan disampaikan kepada counterpart di Kroasia," ungkap Christina.
Dokumen tersebut memuat berbagai masukan dari Indonesia dan Kroasia sebelum nantinya disampaikan kepada pihak terkait di Kroasia untuk memasuki pembahasan selanjutnya.
Dengan proses konsolidasi yang masih berjalan, persiapan MoU Indonesia-Kroasia mengenai penempatan pekerja migran hingga kini belum rampung.
Sektor Hospitality Dinilai Punya Peluang
Kerja sama dengan Kroasia diharapkan dapat memperluas pasar penempatan pekerja migran Indonesia, salah satunya melalui sektor hospitality.
Peluang tersebut berkaitan dengan posisi Kroasia sebagai salah satu negara destinasi wisata dengan kebutuhan tenaga kerja yang berpotensi meningkat terutama selama musim panas.
Christina mengatakan persiapan kerja sama perlu dibarengi peningkatan kompetensi calon pekerja migran sesuai kebutuhan pasar kerja di Kroasia.
Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang dinilai penting untuk diperkuat bagi calon pekerja migran.
Menurut Christina, pengalaman pekerja migran dari negara lain seperti Filipina menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi tenaga kerja yang bekerja di Kroasia.
"Dari pertemuan tadi, Bu Dubes menyampaikan peluang di sektor hospitality tetap terbuka. Karena itu, kompetensi pekerja migran harus disiapkan sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk kemampuan berbahasa Inggris dengan baik," ungkap Christina.
Menurut Christina, pendekatan penyiapan kompetensi berdasarkan kebutuhan pasar tersebut sejalan dengan Program Direktif Presiden Prabowo Subianto, SMK Go Global.
Program SMK Go Global diarahkan untuk mempersiapkan kompetensi calon pekerja migran berdasarkan kebutuhan atau permintaan pasar kerja di negara tujuan.
Bahasa dan Budaya Jadi Bagian Persiapan
Selain kompetensi kerja, calon pekerja migran Indonesia yang akan ditempatkan di Kroasia dinilai perlu mendapatkan pembekalan mengenai budaya negara tujuan.
Pembekalan tersebut diperlukan untuk membantu pekerja migran beradaptasi selama bekerja dan tinggal di Kroasia.
Calon pekerja migran juga dinilai perlu memiliki kemampuan dasar Bahasa Kroasia untuk menunjang komunikasi dan interaksi dengan masyarakat setempat.
"Termasuk kemampuan dasar Bahasa Kroasia agar pekerja migran dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial selama berada di negara penempatan," ungkap Christina.
Konsolidasi Dokumen Ditargetkan Rampung Akhir Oktober
Kementerian P2MI selanjutnya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Zagreb untuk menyelesaikan dokumen yang diperlukan dalam persiapan kerja sama penempatan PMI ke Kroasia.
Setelah proses konsolidasi selesai, dokumen tersebut akan diajukan untuk memasuki tahap pembahasan selanjutnya dengan pihak terkait di Kroasia.
Christina berharap dukungan KBRI Zagreb dan Kementerian Luar Negeri dapat mempercepat penyelesaian konsolidasi dokumen dengan target paling lambat akhir Oktober.
"Kami tentu berharap dukungan KBRI Zagreb dan Kementerian Luar Negeri agar konsolidasi ini dapat segera diselesaikan, paling lambat akhir Oktober," ungkap Christina.
- Penulis :
- Arian Mesa




