HOME  ⁄  Ekonomi

Program UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi 347 Juta Dolar AS hingga Agustus 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Program UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi 347 Juta Dolar AS hingga Agustus 2026
Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso saat melihat produk UMKM usai meresmikan ekspor center Kota Balikpapan dan Kota Batam di depan pintu masuk Bandara Internasonal Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (sumber: ANTARAFOTO/Aditya Nugroho)

Pantau - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) mencatatkan nilai transaksi sebesar 347 juta dolar AS selama Januari-Agustus 2026.

Capaian tersebut berasal dari fasilitasi ekspor UMKM melalui program yang dijalankan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Budi menyebut sekitar 60 persen UMKM yang mengikuti program tersebut sebelumnya belum pernah melakukan kegiatan ekspor.

"Sekarang Januari-Agustus itu sudah 347 juta dolar AS. Ini Januari-Agustus. Dan ini kebanyakan, atau 60 persen UMKM ini belum pernah ekspor." ungkap Budi.

Pelaku Usaha Muda Didorong Berani Ekspor

Budi mengimbau pelaku usaha muda, terutama dari kalangan mahasiswa, agar tidak ragu mencoba memasuki pasar ekspor.

Menurut dia, pengalaman melakukan ekspor sebelumnya bukan menjadi keharusan untuk mengikuti dan memanfaatkan Program UMKM BISA Ekspor.

Hal tersebut tercermin dari sekitar 60 persen peserta program yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.

Budi juga menekankan konsistensi sebagai hal penting bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis hingga menjangkau pasar internasional.

"Yang penting kita harus konsisten." kata Budi.

Program UMKM BISA Ekspor merupakan program Kemendag yang membantu pelaku usaha memperoleh akses menuju pasar luar negeri.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM mendapat kesempatan memperkenalkan dan mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

Perwakilan perdagangan tersebut antara lain Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Setelah produk dipresentasikan, perwakilan perdagangan Indonesia membantu mencarikan calon pembeli potensial untuk dipertemukan dengan pelaku UMKM dalam proses penjajakan bisnis.

Mekanisme tersebut ditujukan untuk membuka peluang terjadinya transaksi ekspor bagi produk UMKM Indonesia.

Didukung 46 Perwakilan Perdagangan di 33 Negara

Fasilitasi ekspor melalui Program UMKM BISA Ekspor didukung jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara.

Jaringan tersebut membantu pelaku UMKM memperoleh informasi mengenai karakteristik dan peluang pasar di negara tujuan ekspor.

Perwakilan perdagangan juga berperan mempertemukan pelaku UMKM Indonesia dengan calon pembeli di luar negeri untuk membuka peluang transaksi.

Pada Juli 2026, Budi sebelumnya menyampaikan optimisme nilai transaksi melalui Program UMKM BISA Ekspor dapat mencapai kisaran 300 juta dolar AS sepanjang 2026.

Namun, hingga periode Januari-Agustus 2026, nilai transaksi yang tercatat telah mencapai 347 juta dolar AS.

Perdagangan Elektronik Jadi Pintu Masuk Pasar Global

Selain memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan, Budi melihat platform perdagangan elektronik dapat menjadi pintu awal bagi UMKM untuk menjangkau pasar internasional.

Platform tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk melakukan transaksi ritel secara langsung dengan konsumen di negara lain.

Menurut Budi, transaksi ekspor yang awalnya hanya berlangsung dalam jumlah satuan berpeluang berkembang menjadi transaksi dengan skala lebih besar.

Peluang tersebut dapat muncul apabila produk UMKM yang dibeli melalui transaksi ritel berhasil menarik minat importir.

Transaksi yang semula berlangsung langsung dengan konsumen pun berpeluang berkembang menjadi transaksi antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B).

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026