HOME  ⁄  Geopolitik

Pezeshkian Tegaskan Iran Tetap Menginginkan Perdamaian meski Kepercayaan terhadap AS Belum Pulih

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pezeshkian Tegaskan Iran Tetap Menginginkan Perdamaian meski Kepercayaan terhadap AS Belum Pulih
Foto: (Sumber :Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat menyampaikan pidato pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026). ANTARA/Anadolu/Selcuk Acar/aa..)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tetap terbuka untuk menyelesaikan konflik dengan Amerika Serikat (AS), tetapi menegaskan kepercayaan antara kedua negara harus dibangun kembali sebelum hubungan dapat bergerak lebih jauh.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut setelah tiba di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam wawancara dengan CBS News, Jumat (25/9/2026), Pezeshkian mengatakan kedua pihak perlu mematuhi kesepakatan tertulis dan AS perlu menunjukkan bahwa mereka tidak bermaksud menggulingkan pemerintahan Iran.

“Cobalah menempatkan diri Anda pada posisi kami. Bayangkan ada seseorang yang datang dan membunuh pemimpin tertinggi Anda. Lalu, tidak mematuhi semua yang telah Anda sepakati. Apa reaksi Anda? Ini bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dengan begitu mudah,” kata Pezeshkian.

Pezeshkian Pertanyakan Komitmen AS

Pezeshkian mempertanyakan kesungguhan AS untuk mencapai penyelesaian dalam konflik dengan Iran.

“Tujuan Amerika adalah menggulingkan pemerintahan kami. Israel sendiri mengatakannya dalam pidato mereka, apa yang mereka lakukan adalah melumpuhkan pemerintah, bukan bernegosiasi,” katanya.

Ia juga mempertanyakan serangan terhadap Iran yang menurutnya terjadi ketika proses negosiasi masih berlangsung.

“Lalu, mengapa mereka membom kami di tengah-tengah negosiasi? Mengapa mereka datang dan membunuh para ilmuwan, pejabat, dan rakyat kami? Selama mereka tidak berhenti melakukan apa yang mereka paksakan kepada kami setiap hari, sulit untuk mempercayai mereka,” tegasnya.

Pezeshkian menyebut sanksi, ancaman, dan serangan sebagai faktor yang membuat Iran masih mempertanyakan komitmen AS terhadap kesepakatan.

“Jadi, jika mereka terlibat dalam pembicaraan, maka apakah mereka benar-benar akan menepatinya?” tanya Pezeshkian.

Iran Tetap Suarakan Harapan Perdamaian

Pezeshkian tetap menyampaikan harapan agar perdamaian dapat terwujud di kawasan tersebut.

Presiden Iran itu juga menyerukan AS menghentikan dukungan terhadap Israel yang menurutnya sedang melakukan “genosida”.

Ia meminta AS bertindak berdasarkan prinsip keadilan dan kesetaraan serta menghentikan tindakan yang menurutnya berdampak terhadap masyarakat sipil.

Ketegangan Iran dengan AS dan Israel meningkat setelah perang pecah pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ribuan orang, sementara Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan fasilitas milik AS di sejumlah negara kawasan.

AS selanjutnya melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah lokasi di Iran ketika negosiasi kedua negara mengalami kebuntuan, meskipun kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni.

Pembicaraan kemudian terhenti di tengah perbedaan pendapat mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur strategis bagi pasokan energi dan barang dunia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026