
Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan bahwa Rusia akan memberikan respons jika mendapat serangan dari negara-negara Eropa, di tengah meningkatnya ketegangan dan aktivitas pertahanan di kawasan tersebut.
Lavrov menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers setelah Pekan Tingkat Tinggi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
"Eropa yang sedang bersiap untuk berperang dengan kami. Setiap hari mereka menegaskan bahwa paling lambat 2030, 'kami, orang-orang Eropa, harus siap berperang'. Sikap seperti itu bisa menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya," kata Lavrov.
Lavrov Soroti Peningkatan Persenjataan Eropa
Lavrov mengatakan negara-negara Eropa saat ini menginvestasikan dana dalam jumlah besar untuk produksi persenjataan.
"Dan pada suatu saat, seorang petualang, dan saat ini ada banyak orang seperti itu di kalangan elite mereka, akan berkata: 'Kawan-kawan, kita telah menimbun begitu banyak (senjata), apa yang harus kita lakukan dengannya? Tidak ada tempat untuk menyimpannya. Namun kita berjanji menyerang Rusia'," kata Lavrov.
"Dalam skenario itu, mereka akan menyerang kami karena kami tidak berniat melakukan hal tersebut," tambahnya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Lavrov mengenai kebijakan pertahanan Eropa dan kemungkinan konflik, bukan laporan mengenai serangan Eropa yang telah terjadi.
Rusia Tegaskan Akan Merespons Ancaman
Lavrov turut mengingat kembali pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai kemungkinan serangan dari Eropa terhadap Rusia.
"Kami tidak akan ragu," kata Lavrov mengutip pernyataan Putin.
Rusia dalam beberapa tahun terakhir menyatakan aktivitas NATO meningkat di dekat perbatasan baratnya, sementara NATO menyebut berbagai penguatan pertahanannya sebagai langkah untuk membendung agresi Rusia.
Kremlin menyatakan Rusia tidak mengancam pihak lain, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang dinilainya berpotensi membahayakan kepentingan negara tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka




