HOME  ⁄  Geopolitik

Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump Dorong Dialog serta Kerja Sama Tiongkok-AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump Dorong Dialog serta Kerja Sama Tiongkok-AS
Foto: (Sumber : Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat Rabu (23/9) hingga Jumat (25/9).)

Pantau - Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral serta sejumlah isu global dalam kunjungan kenegaraan Xi ke AS pada 23-25 September 2026, menurut laporan Xinhua.

Xinhua melaporkan kedua pemimpin mencapai sejumlah kesepahaman mengenai hubungan Tiongkok-AS serta isu perdamaian dan pembangunan dunia.

Sejumlah pengamat yang dikutip Xinhua menilai pertemuan tersebut memberikan sinyal mengenai upaya kedua negara menjaga hubungan bilateral yang stabil di tengah persaingan.

“Hubungan Tiongkok-AS yang stabil dan konstruktif kini merupakan kebaikan global, yang memengaruhi perdamaian internasional dan stabilitas ekonomi,” ujar cendekiawan AS Robert Lawrence Kuhn.

Xi Dorong Persaingan Tetap Terkelola

Dalam kunjungannya, Xi menekankan bahwa “Jebakan Thucydides dapat diatasi” dan “mencapai peremajaan besar bangsa Tiongkok serta menjadikan Amerika hebat kembali dapat berjalan beriringan.”

Saat bertemu Trump, Xi juga mengatakan kedua negara perlu mengupayakan hubungan dengan kerja sama sebagai unsur utama, persaingan yang moderat, perbedaan yang dapat dikelola, dan perdamaian.

Cendekiawan hubungan internasional yang berbasis di Kenya, Cavince Adhere, menilai kerja sama Tiongkok-AS dapat berperan dalam pembangunan global dan penanganan berbagai tantangan bersama.

“Menjaga persaingan dalam batas-batas yang dapat dikelola dapat membantu menciptakan kondisi untuk stabilitas keseluruhan dalam hubungan bilateral dan untuk kerja sama di bidang-bidang seperti perdagangan dan ekonomi, perubahan iklim, serta kesehatan masyarakat,” kata Adhere.

Tiongkok dan AS Bahas Kerja Sama AI

Menurut Xinhua, Xi dan Trump juga mencapai kesepahaman untuk mempertahankan dialog dan memperkuat kerja sama di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Konsensus ini bukanlah akhir dari tantangan; sebaliknya, ini menandai awal dari eksplorasi jalan yang tepat ke depan,” ujar ilmuwan AI senior di Shell, Belanda, Jinrui Zhang.

Cendekiawan Kroasia Franjo Maletic mengatakan kepada Xinhua bahwa pertemuan kedua pemimpin merupakan “kabar baik” dan menekankan pentingnya dialog tatap muka dalam mengelola hubungan kedua negara.

Sementara itu, mantan anggota legislatif negara bagian Iowa, Greg Cusack, menggambarkan intensitas pertemuan kedua pemimpin pada tahun ini sebagai “sangat menggembirakan.”

Informasi mengenai pertemuan dan penilaian para pengamat dalam artikel ini bersumber dari laporan Xinhua dan belum dapat diverifikasi secara independen karena akses pencarian web tidak tersedia dalam sesi ini.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026