HOME  ⁄  Geopolitik

Parlemen Iran Pertimbangkan Keluar dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Parlemen Iran Pertimbangkan Keluar dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran. ANTARA/Anadolu/py/am..)

Pantau - Parlemen Iran sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang untuk keluar dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), dengan pembahasan juga akan mempertimbangkan implikasi internasional dari langkah tersebut.

Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad mengatakan rancangan undang-undang itu sedang menjalani peninjauan secara mendesak.

Rancangan Keluar dari NPT Ditinjau

"Rancangan undang-undang untuk keluar dari NPT saat ini sedang ditinjau secara mendesak dan akan dibahas pada hari yang sama saat dokumen tersebut diterima secara resmi. Namun, parlemen juga akan mempertimbangkan implikasi internasionalnya," kata Nikzad sebagaimana dikutip kantor berita Fars, Senin (28/9/2026).

Sebelumnya, anggota presidium parlemen Iran Abbas Goudarzi pada 13 September 2026 juga menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan Iran meninggalkan NPT.

Goudarzi menyebut keluarnya Iran dari NPT sebagai "langkah yang sangat nyata dan mudah untuk diwujudkan."

Pernyataan tersebut menunjukkan isu keanggotaan Iran dalam NPT tengah menjadi pembahasan di parlemen, tetapi informasi yang diberikan belum menyebut adanya keputusan final.

Pezeshkian Sampaikan Sikap soal Senjata Nuklir

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan Teheran tidak memandang senjata nuklir sebagai faktor keamanan dan menolaknya.

Sumber yang diberikan juga menyebut mendiang pemimpin Iran Ali Khamenei pernah mengeluarkan larangan keagamaan terkait senjata nuklir.

Sementara itu, penerusnya, Mojtaba Khamenei, disebut belum memberikan komentar mengenai persoalan tersebut ataupun mengeluarkan larangan serupa.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026