HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia-Mongolia Perkuat Kemitraan di Usia 70 Tahun, Perdagangan hingga Pendidikan Jadi Fokus

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia-Mongolia Perkuat Kemitraan di Usia 70 Tahun, Perdagangan hingga Pendidikan Jadi Fokus
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia Amartuvshin Gombosuren (kiri) dan Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun (kanan) dalam resepsi diplomatik di Ulan Bator, Mongolia pada Selasa (29/9/2026). ANTARA/Desca Lidya Natalia/pri..)

Pantau - Indonesia dan Mongolia memperkuat kemitraan di bidang politik, perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan kebudayaan dalam momentum peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan penguatan kerja sama perlu diwujudkan melalui langkah konkret di tengah kondisi global yang semakin kompleks.

"Saat kita merayakan 70 tahun hubungan diplomatik, ada banyak hal yang dapat kita nantikan di masa depan. Kerja sama yang lebih kuat antara Indonesia dan Mongolia menjadi sangat penting dan semangat ketangguhan harus diwujudkan dalam tindakan nyata," kata Djauhari dalam resepsi diplomatik di Ulan Bator, Mongolia, Selasa (29/9/2026).

Resepsi tersebut diselenggarakan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Mongolia yang terjalin sejak 21 Desember 1956.

Perdagangan Indonesia-Mongolia Capai 56,6 Juta Dolar AS

Djauhari mengatakan peringatan tujuh dekade hubungan diplomatik menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk memperdalam kemitraan di tengah konflik, meningkatnya proteksionisme, gangguan rantai pasok, serta tantangan ketahanan energi dan pangan.

"Ini juga merupakan kesempatan untuk memperdalam dan memperkuat kemitraan kita di masa mendatang, terutama saat kita menghadapi lanskap global yang semakin kompleks karena konflik masih terus terjadi, proteksionisme kian meningkat, rantai pasok mengalami gangguan dan ketahanan energi maupun pangan menjadi beban berat bagi banyak negara," jelasnya.

Menurut Djauhari, kondisi tersebut membuat kemitraan kedua negara semakin penting untuk membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan pasar yang lebih beragam.

"Kemitraan merupakan suatu keharusan. Rantai pasok yang lebih tangguh, pasar yang lebih beragam, serta masa depan bersama yang lebih kuat. Hal ini berarti memperluas cakupan sumber pasokan, lokasi produksi, dan area pengembangan kita," tambah dia.

Pada sektor ekonomi, nilai perdagangan Indonesia dan Mongolia sepanjang 2025 tercatat sebesar 56,6 juta dolar AS.

Ekspor Indonesia ke Mongolia mencapai 49,5 juta dolar AS, sedangkan impor Indonesia dari Mongolia tercatat sebesar 6,5 juta dolar AS.

"Kita telah berdiskusi mengenai cara memanfaatkan potensi yang kita miliki bersama dan dari diskusi saya melihat ada tiga bidang di mana kita dapat mencapai kemajuan nyata," ungkap Djauhari.

Pendidikan dan Pariwisata Jadi Peluang Kerja Sama

Djauhari menyebut pembelajaran kelembagaan menjadi salah satu bidang yang dapat dikembangkan dengan berbagi pengalaman terkait tata kelola, hilirisasi, dan keberlanjutan.

Pendidikan menjadi bidang kedua yang didorong melalui program beasiswa Indonesia bagi pelajar Mongolia.

"Kedua, pendidikan. Tahun ini, program beasiswa Dharma Siswa dan KNB dari Indonesia memberikan prioritas khusus bagi Mongolia. Kami siap menyambut dan memfasilitasi partisipasi yang lebih luas dari para pelajar Mongolia," tambahnya.

Bidang ketiga adalah pariwisata dan hubungan budaya dengan memanfaatkan karakteristik serta potensi wisata yang dimiliki kedua negara.

"Selain itu, kita juga dapat memperluas kerja sama melalui ekosistem halal, pertukaran kuliner, dan program pariwisata. Mari kita biarkan para kreator digital saling menceritakan kisah satu sama lain," ujar Djauhari.

Mongolia Sebut Indonesia Mitra Utama di Asia Tenggara

Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia Amartuvshin Gombosuren mengatakan hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki posisi penting dalam kebijakan luar negeri Mongolia.

"Dalam hal ini, kami memandang Indonesia sebagai mitra utama di Asia Tenggara dan tetap berkomitmen untuk memperluas serta memperkuat kerja sama perdagangan dan ekonomi antara kedua negara," kata Amartuvshin.

Mongolia juga mendorong kerja sama dengan Indonesia dalam bidang politik, perdagangan dan investasi, pertanian, pariwisata, serta kebudayaan.

"Saya gembira melihat hubungan Mongolia–Indonesia terus berkembang dengan stabil, ditandai oleh kunjungan tingkat tinggi secara timbal balik yang rutin, dukungan timbal balik di tingkat regional dan internasional, serta kerja sama yang semakin erat dan substantif," tambahnya.

Hubungan kedua negara juga ditandai dengan sejumlah kunjungan tingkat tinggi serta konsultasi antarkementerian luar negeri, termasuk konsultasi politik yang digelar di Jakarta pada 26 Februari 2026.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026