HOME  ⁄  Geopolitik

Dewan Keamanan PBB Menggelar Pemungutan Suara Keempat untuk Memilih Sekjen Baru

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dewan Keamanan PBB Menggelar Pemungutan Suara Keempat untuk Memilih Sekjen Baru
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Dialog formal dengan kandidat Sekjen PBB. ANTARA/Anadolu/py/pri..)

Pantau - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pemungutan suara pendahuluan keempat yang tidak mengikat pada Selasa (29/9) untuk melanjutkan proses pemilihan pengganti Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Utusan Prancis untuk PBB Jerome Bonnafont yang menjabat Presiden Dewan Keamanan untuk September mengonfirmasi bahwa putaran keempat pemungutan suara tersebut telah selesai.

"Putaran keempat pemungutan suara awal telah dilaksanakan. Setiap kandidat akan diberitahu mengenai hasilnya melalui perwakilan tetap dari negara anggota yang mencalonkan mereka," kata Bonnafont kepada wartawan.

Bonnafont juga menyampaikan Presiden Majelis Umum PBB akan diberitahu mengenai selesainya pemungutan suara tersebut serta mengonfirmasi keberadaan tujuh kandidat dalam proses itu.

Sejumlah laporan sementara itu mengindikasikan diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan memimpin persaingan untuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.

Pemungutan Suara Digelar Secara Rahasia

Pemungutan suara pendahuluan tersebut berlangsung secara rahasia untuk mengukur tingkat dukungan terhadap kandidat di antara 15 anggota Dewan Keamanan PBB.

Proses itu juga dapat mengerucutkan jumlah kandidat sebelum Dewan Keamanan mengajukan rekomendasi resmi kepada Majelis Umum PBB.

Seorang kandidat membutuhkan sedikitnya sembilan suara di Dewan Keamanan untuk memperoleh dukungan yang disyaratkan.

Lima anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, China, Prancis, Rusia, dan Inggris, memiliki hak veto yang dapat menghalangi pencalonan seorang kandidat.

Kandidat yang mendapatkan rekomendasi Dewan Keamanan selanjutnya harus diangkat oleh Majelis Umum PBB.

Sejumlah Tokoh Masuk Daftar Kandidat

Masa jabatan Antonio Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB akan berakhir pada 31 Desember.

Sejauh ini, delapan nama telah dicalonkan dalam proses pemilihan, meski Bonnafont mengonfirmasi keberadaan tujuh kandidat dalam putaran pemungutan suara terbaru.

Nama-nama yang telah dicalonkan antara lain diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dari Argentina, mantan Presiden Senegal Macky Sall, dan Duta Besar Guyana untuk PBB Carolyn Rodrigues Birkett.

Kandidat lainnya adalah mantan Presiden Majelis Umum PBB Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, mantan Presiden Chile Michelle Bachelet, politisi sekaligus diplomat Uganda Olara Otunnu, serta diplomat Ekuador Ivonne A-Baki.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026