HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu AS Marco Rubio Minta Delegasi Iran Tinggalkan Amerika Serikat setelah Perundingan Buntu

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menlu AS Marco Rubio Minta Delegasi Iran Tinggalkan Amerika Serikat setelah Perundingan Buntu
Foto: (Sumber :Arsip foto - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. ANTARA/Anadolu Agency /pri.)

Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memerintahkan delegasi Iran yang menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, meninggalkan AS setelah perundingan diplomatik kedua negara dilaporkan menemui jalan buntu.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi informasi tersebut kepada Anadolu pada Rabu, 30 September 2026.

Axios, yang pertama kali melaporkan kabar tersebut, menyebut misi AS untuk PBB memberi tahu misi Iran pada Senin malam bahwa delegasi Araghchi harus segera meninggalkan New York atas perintah Rubio.

Menurut laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS, delegasi Iran dinilai sudah terlalu lama berada di New York setelah rangkaian Sidang Majelis Umum PBB berakhir.

“Sidang Majelis Umum PBB sudah selesai, jadi sudah waktunya mereka pergi,” kata pejabat AS tersebut sebagaimana dikutip Axios.

Delegasi Iran kemudian dilaporkan menaiki penerbangan dari New York menuju Doha pada Selasa pukul 01.20 waktu setempat atau 12.20 WIB.

Perundingan AS-Iran Dilaporkan Temui Jalan Buntu

Sumber kedua yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan Araghchi sebelumnya telah dijadwalkan kembali ke Teheran pada Senin malam.

Gedung Putih disebut sempat mengharapkan kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi, tetapi pada sore harinya pembicaraan dilaporkan menemui jalan buntu.

Mediator Qatar disebut masih melanjutkan pembicaraan dengan kedua pihak mengenai proposal kompromi berdasarkan keterangan sumber-sumber regional yang dikutip dalam laporan tersebut.

Upaya Diplomatik untuk Akhiri Konflik Berlanjut

Ketegangan AS-Iran meningkat setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan rudal dan pesawat nirawak di sejumlah wilayah Timur Tengah.

Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan energi dunia, menurut laporan tersebut.

Upaya mengakhiri konflik terus berlangsung setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada Juni 2026 yang mengatur langkah untuk memulihkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz serta menangani program nuklir Iran.

Catatan: akses pencarian web tidak tersedia dalam sesi ini, sehingga perkembangan politik internasional tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen dan artikel ini disusun berdasarkan materi sumber yang diberikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026