
Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan pasukan AS tidak boleh bergantung pada peralatan militer yang diproduksi di luar negeri dan mendorong penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Vance setelah menghadiri upacara peletakan batu pertama proyek galangan kapal di Pelabuhan Brownsville, Texas, Rabu (30/9/2026).
“Sudah terlalu lama negara ini membiarkan impian Amerika dialihdayakan, membiarkan pihak lain membuat berbagai peralatan tersebut,” kata Vance.
“Kami membiarkan pasukan kami berperang dengan peralatan yang tidak dibuat oleh rakyat kami sendiri ... Tidak lagi,” imbuhnya.
AS Dorong Produksi Peralatan Pertahanan Dalam Negeri
Vance menyatakan AS perlu memperkuat kemampuan dalam negeri untuk menghasilkan peralatan yang digunakan oleh pasukannya.
Ia juga memuji kepemimpinan Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya yang menurutnya telah memungkinkan penguatan produksi tersebut dilakukan.
Pernyataan Vance disampaikan di tengah upaya pemerintah AS memperkuat rantai pasok sektor pertahanan dan mengurangi ketergantungan terhadap produksi dari luar negeri.
Anggaran Lebih dari 30 Miliar Dolar AS Disiapkan
Dalam laporan Tahun Anggaran 2027, Departemen Perang AS mengajukan anggaran lebih dari 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp537,1 triliun untuk memperkuat rantai pasok pertahanan.
Anggaran tersebut ditujukan untuk mengamankan rantai pasok pertahanan yang terintegrasi secara vertikal.
Investasi direncanakan mencakup penambangan mineral mentah, produksi bahan kimia penting, pembangunan infrastruktur mikroelektronika canggih, serta pembangunan kapal berkapasitas besar.
- Penulis :
- Aditya Yohan




