
Pantau - Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (European Union Aviation Safety Agency/EASA) mengimbau maskapai penerbangan menghindari sebagian wilayah udara Arab Saudi menyusul meningkatnya risiko keamanan akibat eskalasi regional.
Dalam buletin yang berlaku hingga 16 November 2026, EASA menyarankan maskapai tidak beroperasi pada ketinggian berapa pun di wilayah yang telah ditentukan sepanjang perbatasan Wilayah Informasi Penerbangan (Flight Information Region/FIR) Jeddah.
Operator penerbangan juga diminta berhati-hati ketika melintasi wilayah lain dalam FIR Jeddah dan tetap menerapkan perencanaan kontingensi tingkat tinggi.
EASA Soroti Risiko Rudal dan Drone
EASA menyoroti sejumlah risiko terhadap penerbangan sipil, termasuk kemungkinan kesalahan identifikasi pesawat serta lintasan rudal dan drone.
Risiko lain yang menjadi perhatian adalah aktivitas intersepsi atau pencegatan serta kemungkinan jatuhnya puing-puing.
EASA mengaitkan peningkatan risiko tersebut dengan meningkatnya serangan Houthi yang menyasar infrastruktur jauh di dalam wilayah Arab Saudi.
Situasi Keamanan Regional Dinilai Tidak Stabil
Buletin EASA menyebut situasi keamanan kawasan masih sangat tidak stabil di tengah konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Kondisi tersebut membuat maskapai diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah kontingensi ketika merencanakan penerbangan di sekitar FIR Jeddah.
Imbauan EASA tersebut berlaku hingga 16 November 2026 sesuai periode edar buletin keselamatan penerbangan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




