
Pantau - Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu menegaskan Indonesia merupakan mitra yang sangat penting bagi negaranya dalam bidang pertahanan dan keamanan.
"Indonesia adalah mitra yang sangat penting bagi kami dalam bidang pertahanan dan keamanan. Kami telah membangun kerja sama pertahanan dan keamanan yang kuat dengan Indonesia," kata Dubes Yoon Soon-gu dalam peringatan Hari Nasional dan Hari Angkatan Bersenjata Republik Korea di Jakarta, Kamis malam.
Menurut Yoon, kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan telah berkembang kuat dengan mencakup berbagai bidang.
Proyek KF-21 Jadi Bagian Kerja Sama Pertahanan
Yoon mencontohkan pengembangan bersama pesawat tempur canggih KF-21 Boramae sebagai salah satu bentuk kerja sama pertahanan kedua negara.
Proyek tersebut telah melewati fase pengembangan bersama setelah Indonesia dan Korea Selatan menghadapi berbagai tantangan selama prosesnya.
"Kami berhasil melakukan pengembangan bersama untuk pesawat tempur jet canggih (KF-21). Kami berhasil mengatasi berbagai kesulitan yang kami hadapi. Jadi, tahap pengembangan bersama itu kini telah usai," kata Dubes Yoon.
Kerja sama pengembangan KF-21 menjadi bagian dari hubungan Indonesia dan Korea Selatan dalam sektor industri pertahanan.
Korsel Ingin Tingkatkan Dialog Pertahanan
Yoon mengatakan Korea Selatan selanjutnya ingin membawa kerja sama dengan Indonesia menuju tingkat yang lebih tinggi.
Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada industri pertahanan, tetapi juga mencakup dialog pertahanan dan bidang keamanan lainnya.
"Kini kami melangkah menuju tujuan lain, tujuan yang lebih tinggi lagi. Tidak hanya dalam kerja sama industri pertahanan, tetapi juga dialog pertahanan dan bidang-bidang lainnya yang sangat penting bagi kami," ucap Dubes Yoon.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam resepsi peringatan Hari Nasional dan Hari Angkatan Bersenjata Republik Korea di Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Acara tersebut turut dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf, serta Ketua DPD RI Sultan Najamudin.
Sejumlah duta besar negara sahabat di Jakarta, termasuk perwakilan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Rusia, juga menghadiri resepsi tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




