HOME  ⁄  Geopolitik

WFP Menyebut Lebih dari 70 Staf PBB Masih Ditahan di Yaman

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

WFP Menyebut Lebih dari 70 Staf PBB Masih Ditahan di Yaman
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Tentara Yaman sedang berjaga. (ANTARA/Anadolu).)

Pantau - Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan 72 personel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lima mantan personel PBB masih ditahan di Yaman di tengah kembali meningkatnya konflik antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah.

WFP menyampaikan informasi tersebut pada Senin (5/10/2026) sekaligus mengumumkan seorang pegawainya telah dibebaskan dan kembali berkumpul dengan keluarga.

“Kami bersolidaritas dengan 72 personel PBB dan lima mantan personel PBB, termasuk rekan-rekan di WFP yang masih ditahan di Yaman, dan akan terus mengupayakan segala cara untuk memastikan pembebasan mereka secara segera dan aman,” bunyi pernyataan tersebut.

Konflik Yaman Kembali Memanas

Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq sebelumnya menyatakan jumlah warga sipil yang tewas akibat eskalasi konflik di Yaman telah mencapai 46 orang.

Dari jumlah korban meninggal tersebut, sebanyak 24 orang merupakan anak-anak.

Konfrontasi antara kelompok Houthi dan tentara pemerintah yang didukung Arab Saudi kembali pecah pada pertengahan Juli 2026 setelah terhenti selama empat tahun.

Kelompok Houthi dilaporkan menguasai seluruh pesisir barat Laut Merah serta sejumlah kota di sekitar Selat Bab al-Mandab.

Pemerintah Yaman Mulai Operasi Bebaskan Sanaa

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengumumkan dimulainya operasi untuk merebut kembali Sanaa dari kelompok Ansar Allah atau Houthi pada Senin (5/10/2026).

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam perang melawan Houthi melaporkan pengerahan 100 pesawat tempur untuk menyerang lebih dari 300 sasaran di wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Operasi udara itu turut didukung operasi darat oleh pasukan pemerintah Yaman.

Di tengah eskalasi tersebut, WFP menyatakan akan terus mengupayakan pembebasan seluruh personel PBB dan mantan personel yang masih ditahan secara segera dan aman.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026