
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump enggan mengungkap kemungkinan Iran telah mengirimkan pesawat nirawak atau drone ke Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford, tetapi memperingatkan konsekuensi berat apabila dugaan tersebut terbukti.
"Saya tidak bisa memberitahu hal itu, tetapi jika mereka melakukannya, maka mereka akan menanggung konsekuensi yang sangat berat," kata Trump kepada para wartawan.
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah orang ditangkap terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak di sekitar RAF Fairford.
Enam Orang Sempat Ditangkap
Lima warga negara Inggris ditangkap di dekat RAF Fairford pada Minggu (27/9) atas dugaan melanggar Undang-Undang Bahan Peledak.
Kelima orang tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya.
Seorang warga negara Inggris berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran kemudian ditangkap pada Kamis (1/10) terkait kasus tersebut.
Orang tersebut juga telah dibebaskan dengan jaminan.
RAF Fairford Pernah Digunakan untuk Operasi Militer
RAF Fairford merupakan satu-satunya pangkalan di Eropa yang menjadi tempat pendaratan pesawat pengebom strategis milik Amerika Serikat.
Pangkalan tersebut sebelumnya pernah digunakan dalam operasi militer terhadap Irak dan bekas Yugoslavia.
Pemerintah Inggris pada Maret 2026 mengizinkan Amerika Serikat menggunakan RAF Fairford untuk operasi militer melawan Iran.
Inggris menyatakan pesawat Amerika Serikat hanya diperbolehkan menggunakan pangkalan tersebut untuk operasi pertahanan.
Aksi protes menentang agresi Amerika Serikat juga pernah berlangsung di area luar RAF Fairford pada Juli 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




