
Pantau - Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar mendukung keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak memberikan izin penyelenggaraan konser Israel Houghton bersama Israel & New Breed serta memastikan akan menolak permohonan visa musisi asal Amerika Serikat tersebut.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Jazuli Juwaini menilai kebijakan itu sejalan dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.
"Kami mengapresiasi dan mendukung sikap tegas Pemerintah Indonesia," kata Jazuli di Jakarta, Selasa (6/10).
Mathla’ul Anwar Soroti Potensi Kampanye Politik
Jazuli mengatakan persoalan tersebut bukan berkaitan dengan agama, identitas, ataupun nama seseorang, melainkan kekhawatiran kegiatan publik dimanfaatkan untuk menyampaikan propaganda atau kampanye politik yang bertentangan dengan posisi Indonesia terhadap Palestina.
Menurut dia, pemerintah telah menjelaskan kekhawatiran itu muncul karena kegiatan musik serupa di sejumlah negara pernah dikaitkan dengan kampanye politik untuk mendukung Israel.
Jazuli menegaskan Indonesia memiliki sikap yang jelas dalam mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka dan menolak upaya yang dapat digunakan untuk membangun legitimasi atau propaganda politik bagi Israel.
"Oleh karena itu, ketika pemerintah melihat adanya potensi kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang bertentangan dengan sikap Indonesia, maka langkah tegas pemerintah patut diapresiasi,” katanya.
Kebebasan Berkesenian Dinilai Tetap Perlu Perhatikan Kepentingan Nasional
Jazuli menilai kebebasan berkesenian tetap perlu ditempatkan dalam koridor kepentingan nasional, keamanan, ketertiban, dan politik luar negeri Indonesia.
Ia menegaskan Indonesia tidak mempersoalkan musik, agama, maupun kebebasan seseorang dalam menjalankan keyakinannya, tetapi tetap memiliki kepentingan nasional dan prinsip politik luar negeri yang harus dihormati.
"Jangan sampai kegiatan seni atau keagamaan dijadikan pintu masuk untuk menyebarkan propaganda politik yang bertentangan dengan sikap bangsa Indonesia,” katanya.
Menurut Jazuli, dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap prinsip kemerdekaan, keadilan, dan penolakan terhadap penjajahan.
Ia mengatakan Republik Indonesia sejak awal berdiri memiliki komitmen kuat terhadap kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih terjajah.
"Palestina adalah salah satunya. Karena itu, sikap Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina harus konsisten dan tidak boleh dilemahkan oleh berbagai bentuk propaganda,” kata dia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




