HOME  ⁄  Geopolitik

Prancis dan Jerman Mendesak Uni Eropa Membentuk Instrumen Dagang Baru Hadapi Risiko Geoekonomi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Prancis dan Jerman Mendesak Uni Eropa Membentuk Instrumen Dagang Baru Hadapi Risiko Geoekonomi
Foto: (Sumber :Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Kanselir Jerman Friedrich Merz (kiri) bersama Perdana Menteri Inggris Keri Starmer dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbincang di Downing Street No.10 London, Inggris, pada Minggu (7/6/2026). (ANTARA/Xinhua/Stephen Chung/aa).)

Pantau - Prancis dan Jerman mendesak Uni Eropa membentuk instrumen perdagangan baru untuk menghadapi ketergantungan rantai pasok, distorsi pasar, dan praktik perdagangan yang dinilai mengancam daya saing industri Eropa.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan usulan tersebut melalui surat bersama kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Keduanya menilai sistem perdagangan berbasis aturan telah terdampak pemanfaatan perdagangan sebagai senjata, praktik yang mendistorsi pasar, serta ketidakseimbangan makroekonomi global.

"Semua ini merusak kesetaraan persaingan bagi perusahaan-perusahaan kami, posisi kami sebagai produsen industri utama yang berdaulat, serta kemampuan kami untuk berinovasi, yang berujung pada meningkatnya ketergantungan dan risiko geoekonomi," menurut surat itu.

Macron dan Merz Usulkan Dua Instrumen Baru

Macron dan Merz menyerukan pemanfaatan penuh instrumen pertahanan perdagangan yang telah dimiliki Uni Eropa, tetapi menilai perangkat tersebut belum memadai menghadapi tantangan saat ini.

"Namun, hal ini tidak lagi cukup," kata mereka, seraya menyerukan kerangka kerja komprehensif untuk melengkapi perangkat yang ada dengan instrumen hukum baru secara efisien dan tanpa birokrasi berlebihan.

Instrumen pertama diusulkan untuk mengurangi ketergantungan Eropa, mengatasi konsentrasi rantai pasokan yang telah terjadi, serta mencegah munculnya konsentrasi baru.

Instrumen kedua ditujukan untuk menangani negara ketiga yang secara sengaja berupaya menghalangi pemulihan kesetaraan persaingan dan kondisi pasar yang adil melalui langkah politik atau ekonomi.

Mekanisme tersebut diusulkan memberikan kewenangan kepada Komisi Eropa untuk mengambil tindakan tegas dan sistemik, termasuk memutus akses langsung ke pasar internal apabila diperlukan.

"Instrumen ini harus bersifat netral terhadap negara mana pun," menurut surat tersebut.

Uni Eropa Diminta Memperkuat Basis Industri

Macron dan Merz turut menyoroti hambatan non-tarif yang dihadapi eksportir Uni Eropa serta tingginya ketidakpatuhan sejumlah produk di pasar Eropa terhadap regulasi, termasuk aturan keselamatan konsumen.

Keduanya juga menyoroti ketidaksetaraan dan penilaian terlalu rendah terhadap nilai tukar riil sebagai faktor yang dinilai memberikan keunggulan harga bagi perusahaan non-Eropa.

Surat tersebut menyerukan penguatan basis industri Eropa melalui kebijakan industri, penyederhanaan regulasi, serta peningkatan investasi publik dan swasta.

Usulan itu merupakan kelanjutan pembahasan dalam pertemuan Dewan Eropa pada Juni 2026 serta pertemuan Dewan Menteri Prancis-Jerman pada Juli 2026.

Macron dan Merz menyatakan gagasan tersebut telah dijabarkan secara terperinci dalam dokumen non-paper bersama Prancis-Jerman dan berharap pembahasannya dilanjutkan dalam pertemuan Dewan Eropa.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026