
Pantau - Kementerian Luar Negeri China membantah tudingan telah mengirim “mata-mata” untuk mendekati dan memantau anak pemimpin Taiwan Lai Ching-te di Amerika Serikat (AS) setelah FBI menangkap seorang perempuan di California.
“China menentang upaya memfitnah China dengan menjajakan apa yang disebut sebagai narasi 'mata-mata China'," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam keterangan tertulis yang diakses Rabu (7/10/2026).
FBI pada Minggu (4/10/2026) menangkap Wanying Zhang, seorang agen properti asal California, ketika perempuan tersebut bersiap terbang menuju China.
FBI dan jaksa federal menduga Zhang diam-diam bekerja untuk China dengan memantau keluarga Lai Ching-te yang berada di AS.
Zhang diduga memantau rumah putra Lai Ching-te, Ting-Yu Lai, serta mengirimkan foto, video, dan informasi pelat nomor kendaraan kepada seorang pejabat pemerintah China.
FBI Tangkap Wanying Zhang di Los Angeles
Zhang merupakan warga negara AS melalui proses naturalisasi berusia 34 tahun yang berasal dari Irvine dan juga dikenal dengan nama Heather.
Dia diamankan di Bandara Internasional Los Angeles dan dituduh bekerja untuk China sebagai agen yang tidak terdaftar.
“Saya tidak paham dengan apa yang Anda sebutkan," tambah Guo Jiakun dalam keterangannya saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai penangkapan tersebut.
Dalam pernyataan tertulis yang menyertai laporan pengaduan pidana FBI, Zhang disebut mendapat arahan dari seorang pejabat China.
Zhang dan seorang lainnya disebut terbang ke Seattle pada 1 September 2025 untuk melakukan pengintaian dari luar rumah target.
Kamera keamanan rumah di sekitar kediaman target disebut merekam keduanya ketika mengambil gambar target dan keluarganya dari dalam kendaraan.
Zhang kemudian diduga mengirimkan hasil pengintaian berupa foto, video, dan informasi pelat nomor kendaraan target kepada seorang pejabat China.
Zhang telah hadir di pengadilan federal Los Angeles, tetapi belum resmi didakwa karena masih menunggu sidang untuk menentukan jaminan atau penahanan pada Rabu (7/10/2026) sore.
Beijing Soroti Posisi Lai Ching-te soal Taiwan
Lai Ching-te merupakan politikus Partai Progresif Demokratik (DPP) yang saat ini memimpin Taiwan dan dikenal mendorong posisi politik yang lebih tegas mengenai Taiwan.
Beijing menyebut Lai “berbahaya” dan memasukkannya sebagai salah satu “kelompok separatis” yang dinilai dapat memicu konflik lintas Selat.
Selama menjabat, Lai juga meningkatkan anggaran pertahanan Taiwan dengan berkomitmen menaikkan belanja pertahanan dari tiga persen menjadi lima persen dari produk domestik bruto.
Lai turut mendorong pengesahan anggaran khusus untuk pembangunan sistem pertahanan udara T-Dome.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




