HOME  ⁄  Geopolitik

Pemerintah Yaman Kecam Serangan Houthi ke Bandara Aden, Dua Rudal Balistik dan Drone Disebut Dikerahkan Saat Pesawat Hendak M

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Yaman Kecam Serangan Houthi ke Bandara Aden, Dua Rudal Balistik dan Drone Disebut Dikerahkan Saat Pesawat Hendak M
Foto: (Sumber :Peta Selat Bab Al-Mandab yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Arab. (Norman Enstein/Wikimedia Commons).)

Pantau - Pemerintah Yaman mengecam serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional Aden pada Rabu (7/10/2026), ketika sebuah pesawat sipil sedang bersiap mendarat, dan menyebut tindakan tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keselamatan penerbangan sipil.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman menyatakan serangan tersebut melibatkan dua rudal balistik serta pesawat nirawak yang membawa bahan peledak.

Pemerintah Yaman menuduh kelompok Houthi yang didukung Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap bandara yang berada di wilayah kekuasaan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

“Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat mengecam keras serangan yang dilakukan milisi teroris Houthi yang didukung Iran terhadap Bandara Internasional Aden pagi ini,” kata kementerian melalui pernyataan di platform X, Rabu (7/10/2026).

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Houthi Langgar Hukum Humaniter

Kementerian Luar Negeri Yaman menilai serangan terhadap Bandara Internasional Aden merupakan ancaman serius terhadap fasilitas sipil yang melayani masyarakat dari berbagai wilayah negara tersebut.

Menurut kementerian, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan operasional penerbangan sipil.

“Menargetkan pintu gerbang sipil yang melayani warga Yaman dari seluruh provinsi merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional serta norma perlindungan penerbangan sipil, tanpa pembenaran atas alasan apa pun,” lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah Yaman menegaskan bahwa fasilitas penerbangan sipil harus mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan hukum humaniter internasional.

Sebelumnya, kantor berita Reuters juga melaporkan bahwa Bandara Aden menjadi sasaran serangan kelompok Houthi.

Dua Rudal Balistik dan Pesawat Nirawak Disebut Digunakan

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Yaman, serangan tersebut diduga menggunakan dua rudal balistik dan pesawat nirawak bermuatan bahan peledak.

Serangan terjadi ketika sebuah pesawat sipil sedang mendekati Bandara Internasional Aden untuk melakukan pendaratan.

Pada saat yang sama, terdapat pesawat lain, penumpang, serta petugas yang sedang berada di kawasan bandara.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan penerbangan dan aktivitas masyarakat di fasilitas transportasi sipil tersebut.

Meski demikian, pemerintah Yaman belum memberikan penjelasan mengenai ada atau tidaknya korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Informasi mengenai dampak serangan terhadap operasional bandara juga belum dirinci dalam pernyataan kementerian.

Bentrokan Houthi dan Pasukan Pemerintah Yaman Kembali Pecah

Serangan terhadap Bandara Aden terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Bentrokan antara kedua pihak kembali terjadi pada pertengahan Juli 2026 setelah sebelumnya mengalami jeda selama sekitar empat tahun.

Sejak pertempuran kembali berlangsung, kelompok Houthi dilaporkan berhasil memperluas penguasaan wilayah di kawasan pesisir barat Yaman.

Kelompok tersebut disebut telah menguasai seluruh pantai barat Laut Merah serta sejumlah kota yang berada di sekitar Selat Bab al-Mandab.

Selat Bab al-Mandab Jadi Kawasan Strategis dalam Konflik Yaman

Selat Bab al-Mandab merupakan jalur perairan strategis yang menghubungkan kawasan Laut Merah dengan perairan menuju Laut Arab.

Penguasaan wilayah pesisir di sekitar selat tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam konflik antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman.

Sementara itu, Aden tetap menjadi pusat pemerintahan di wilayah yang dikuasai pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Serangan terhadap Bandara Internasional Aden menambah ketegangan setelah bentrokan bersenjata kembali berlangsung sejak pertengahan Juli 2026.

Hingga laporan tersebut disampaikan, pemerintah Yaman belum mengumumkan jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan terhadap bandara.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026