HOME  ⁄  Geopolitik

Ukraina Tuduh Rusia Serang Bus Penumpang di Kramatorsk, 30 Orang Tewas dan 18 Terluka

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ukraina Tuduh Rusia Serang Bus Penumpang di Kramatorsk, 30 Orang Tewas dan 18 Terluka
Foto: (Sumber :Arsip - Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di sebuah pusat perbelanjaan di Kiev, Ukraina, Minggu (24/5/2026). ANTARA/Xinhua/Peter Druk/aa.)

Pantau - Pemerintah Ukraina menyatakan sedikitnya 30 orang tewas dan 18 lainnya terluka akibat serangan yang dituding dilakukan Rusia terhadap sebuah bus penumpang di Kota Kramatorsk, wilayah Donetsk, Ukraina timur, Kamis (8/10/2026).

Gubernur Donetsk Vadym Filashkin mengungkapkan bahwa serangan tersebut menghantam transportasi umum yang digunakan warga sipil di tengah meningkatnya intensitas konflik antara Rusia dan Ukraina.

Melalui pernyataan di aplikasi Telegram, Filashkin awalnya melaporkan sebanyak 12 orang meninggal dunia dan 14 lainnya mengalami luka-luka.

Namun, jumlah korban kemudian bertambah menjadi 30 orang tewas dan 18 terluka berdasarkan pembaruan informasi yang disampaikan pemerintah daerah.

Filashkin menuding pasukan Rusia sengaja menjadikan masyarakat sipil sebagai sasaran serangan, meskipun tuduhan tersebut belum mendapat tanggapan dari Moskow.

Ukraina Hentikan Transportasi Umum di Kramatorsk dan Sloviansk

Menyusul serangan yang menewaskan puluhan warga tersebut, pemerintah daerah Donetsk mengambil langkah darurat dengan menghentikan sementara layanan transportasi umum di sejumlah wilayah.

Gubernur Donetsk Vadym Filashkin memerintahkan otoritas militer di Kramatorsk dan Sloviansk untuk menangguhkan operasional transportasi publik karena situasi keamanan dinilai semakin memburuk.

"Mengingat situasi keamanan yang memburuk secara drastis, saya telah memerintahkan otoritas militer di kota Kramatorsk dan Sloviansk untuk menangguhkan operasional transportasi umum," kata dia.

Keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman serangan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat pengguna transportasi umum.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas transportasi publik di Kramatorsk.

Menurut Zelenskyy, pasukan Rusia menggunakan bom udara untuk menghantam halte transportasi umum di kota tersebut.

Ia menyebut serangan Rusia tidak hanya terjadi di Kramatorsk, tetapi juga menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Ukraina lainnya.

Serangan Rudal di Pryluky Tewaskan 22 Orang, Termasuk Lima Anak

Serangan di Kramatorsk terjadi setelah serangan rudal Rusia yang dilaporkan menghantam Kota Pryluky di wilayah Chernihiv, Ukraina utara, pada Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan laporan terbaru pemerintah daerah, jumlah korban meninggal dunia akibat serangan di Pryluky meningkat menjadi 22 orang.

Gubernur Chernihiv Vyacheslav Chaus menyampaikan bahwa lima anak termasuk di antara korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Selain korban tewas, sebanyak 50 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Chaus juga menyebut bahwa serangan Rusia pada sore hari yang sama menghantam ibu kota wilayah Chernihiv.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa operasi penyelamatan korban serangan di Pryluky telah selesai dilakukan.

"Bahkan setelah serangan sebrutal itu, Rusia masih terus menyerang wilayah kami. Pagi ini, Rusia menghantam halte transportasi umum di Kramatorsk dengan bom udara ... Serangan Rusia seluruhnya mengakibatkan kerusakan di 10 wilayah," kata Zelenskyy melalui media sosial X.

Pemerintah Ukraina menyatakan serangkaian serangan tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di berbagai wilayah negara itu.

Zelenskyy Desak Sekutu Kirim Sistem Pertahanan Udara Tambahan

Menyikapi meningkatnya serangan Rusia, Presiden Zelenskyy kembali meminta negara-negara mitra Ukraina mempercepat pengiriman persenjataan pertahanan.

Ia menekankan pentingnya tambahan sistem pertahanan terhadap rudal balistik, pasokan amunisi, serta rudal pencegat untuk melindungi masyarakat dari serangan udara.

Menurut Zelenskyy, ketersediaan perangkat pertahanan tersebut berperan penting dalam mengurangi jumlah korban akibat serangan yang terus berlangsung.

Permintaan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya serangan terhadap sejumlah kota dan infrastruktur di Ukraina.

Di sisi lain, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menjatuhkan 126 dari total 142 pesawat nirawak penyerang yang diluncurkan Rusia.

Klaim keberhasilan pencegatan tersebut disampaikan militer Ukraina, sementara pihak Rusia belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

Serangan Rusia dan Ukraina Meningkat dalam Beberapa Bulan Terakhir

Ketegangan militer antara Rusia dan Ukraina dilaporkan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir dengan serangan yang menyasar berbagai fasilitas strategis.

Sejumlah sasaran yang menjadi perhatian dalam konflik tersebut meliputi pusat logistik, pelabuhan, serta infrastruktur energi.

Dalam laporan terpisah, Vitali Klitschko juga menyampaikan adanya serangan yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 14 lainnya terluka.

Dari jumlah korban luka tersebut, delapan orang dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Baik Rusia maupun Ukraina selama ini membantah sengaja menyerang infrastruktur sipil dan menyatakan operasi militer mereka ditujukan terhadap sasaran militer atau fasilitas yang berkaitan dengan kegiatan militer.

Hingga Kamis (8/10/2026), Moskow belum memberikan tanggapan terhadap tuduhan Ukraina mengenai serangan terhadap bus penumpang di Kramatorsk yang dilaporkan menewaskan 30 orang.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026