HOME  ⁄  Nasional

Gerindra Sebut Subsidi Transjakarta Investasi Strategis, Dukung Perluasan Transportasi hingga Kepulauan Seribu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gerindra Sebut Subsidi Transjakarta Investasi Strategis, Dukung Perluasan Transportasi hingga Kepulauan Seribu
Foto: (Sumber :Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Ryan Kurnia Ar Rahman. ANTARA/HO-Partai Gerindra.)

Pantau - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, Ryan Kurnia Ar-Rahman, menilai subsidi untuk PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merupakan investasi strategis dalam meningkatkan mobilitas masyarakat, menjaga tarif transportasi tetap terjangkau, serta memperluas konektivitas antardaerah.

Ryan menegaskan bahwa dukungan anggaran pemerintah terhadap transportasi publik tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pengeluaran daerah, melainkan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas ekonomi dan kualitas pelayanan masyarakat.

"Kami memandang subsidi Transjakarta bukan sekadar beban pengeluaran daerah, melainkan bentuk investasi strategis untuk menjamin mobilitas masyarakat, menjaga keterjangkauan tarif, dan meningkatkan produktivitas ekonomi Jakarta secara berkelanjutan," kata Ryan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pembahasan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta mengenai rencana pengembangan layanan transportasi perairan atau Transjakarta Laut yang ditujukan untuk menjangkau wilayah Kepulauan Seribu.

Gerindra Dukung Pengembangan Transjakarta Laut ke Kepulauan Seribu

Ryan menyampaikan bahwa pengembangan Transjakarta sebagai Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) harus tetap mengutamakan fungsi pelayanan publik.

Menurutnya, pengalaman Jakarta dalam mengelola transportasi massal dapat menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan layanan, termasuk membangun kerja sama transportasi lintas wilayah.

"Fraksi Gerindra juga menilai pengalaman panjang Jakarta dalam mengelola transportasi massal patut menjadi modal utama dalam memperluas kerja sama interkoneksi lintas provinsi," ucap Ryan.

Rencana pengembangan Transjakarta Laut menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat konektivitas antara wilayah daratan ibu kota dan Kepulauan Seribu.

Gagasan tersebut juga mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta pada Rabu (7/10/2026).

Pramono mengapresiasi dukungan tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta, termasuk Fraksi Gerindra, terhadap rencana perluasan usaha transportasi perairan yang terintegrasi dan inklusif.

Menurut Pramono, pengembangan angkutan perairan diperlukan untuk mengurangi keterisolasian wilayah Kepulauan Seribu sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai pelayanan publik.

Selain memperluas akses transportasi, layanan tersebut diharapkan mampu mendukung pemerataan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan.

Pemprov DKI Kaji Pembentukan Anak Usaha Transjakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji sejumlah alternatif pengelolaan layanan Transjakarta Laut agar pengembangannya tidak mengganggu kualitas operasional transportasi darat.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembentukan anak usaha khusus untuk mengelola layanan transportasi perairan.

Pramono menyebutkan bahwa alternatif tersebut dapat menjadi solusi untuk menjaga fokus operasional masing-masing layanan transportasi.

Melalui skema tersebut, pengembangan transportasi perairan diharapkan dapat berjalan tanpa mengurangi keandalan layanan bus Transjakarta yang selama ini melayani mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya transparansi pengelolaan serta pengawasan publik dalam setiap tahapan pengembangan usaha.

Kajian terhadap struktur pengelolaan tersebut masih terus dilakukan sebelum pemerintah mengambil keputusan mengenai model operasional yang akan diterapkan.

Penumpang Transjakarta Capai 329,2 Juta hingga Triwulan III-2026

Di tengah rencana perluasan layanan, jumlah pelanggan Transjakarta terus menunjukkan peningkatan sepanjang 2026.

Berdasarkan data eksekutif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jumlah pelanggan Transjakarta hingga triwulan III-2026 telah mencapai 329,2 juta orang.

Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 438,5 juta penumpang hingga akhir 2026.

Pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi salah satu indikator meningkatnya penggunaan transportasi umum oleh masyarakat di wilayah Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong pengembangan layanan Transjabodetabek sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi di kawasan aglomerasi.

Pengembangan layanan lintas daerah tersebut didasarkan pada kebutuhan mobilitas masyarakat yang tidak terbatas oleh batas administratif antarwilayah.

Selain mempermudah perjalanan masyarakat, peningkatan layanan transportasi umum juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Transjakarta Perluas Konektivitas Lintas Provinsi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa integrasi transportasi di wilayah aglomerasi perlu terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Layanan Transjabodetabek akan tetap menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan kualitas mobilitas di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama manajemen Transjakarta masih mematangkan kajian teknis terkait rencana operasional angkutan perairan.

Kajian tersebut mencakup kesiapan armada, kebutuhan infrastruktur pendukung, hingga penyempurnaan regulasi agar pengembangan layanan sesuai dengan ketentuan hukum.

Pemerintah daerah memastikan bahwa setiap tahapan persiapan akan memperhatikan aspek keselamatan, kepatuhan hukum, dan keberlanjutan pelayanan publik.

Dengan dukungan subsidi dan rencana perluasan jaringan transportasi, Transjakarta diharapkan dapat terus meningkatkan aksesibilitas masyarakat, baik di wilayah daratan maupun Kepulauan Seribu.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026