
Pantau - China mencatat sebanyak 15,46 juta perjalanan lintas batas selama periode liburan Hari Nasional 2026, mencakup kedatangan dan keberangkatan wisatawan melalui berbagai pintu pemeriksaan imigrasi di seluruh negara tersebut.
Administrasi Imigrasi Nasional China mengungkapkan jumlah tersebut berdasarkan data pemeriksaan perbatasan selama pekan liburan, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi pada Kamis (8/10/2026).
Tingginya mobilitas perjalanan tersebut turut diikuti peningkatan jumlah warga China yang bepergian ke luar negeri serta wisatawan asing yang masuk ke negara itu.
Berdasarkan data otoritas imigrasi, warga China Daratan melakukan lebih dari 4,44 juta perjalanan ke luar negeri selama periode liburan.
Jumlah tersebut meningkat 9,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Wisatawan China Semakin Minati Destinasi Jarak Jauh
Peningkatan perjalanan internasional selama liburan Hari Nasional turut terlihat dari perubahan pilihan destinasi wisata masyarakat China.
Data dari Mafengwo dan Ctrip, dua platform perjalanan daring utama di China, menunjukkan bahwa destinasi wisata jarak jauh semakin diminati wisatawan.
Selandia Baru dan Islandia menjadi beberapa negara yang mengalami peningkatan popularitas sebagai tujuan perjalanan selama masa liburan tersebut.
Kecenderungan tersebut menunjukkan meningkatnya minat wisatawan China terhadap perjalanan internasional menuju destinasi yang lebih jauh.
Sementara itu, otoritas imigrasi juga mencatat peningkatan kunjungan warga negara asing ke China selama periode liburan.
Sebanyak 682.000 perjalanan masuk oleh wisatawan asing tercatat sepanjang pekan liburan Hari Nasional 2026.
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kebijakan Bebas Visa Dorong Kunjungan Wisatawan Asing
Dari total 682.000 perjalanan masuk warga negara asing, sebanyak 505.000 kedatangan tercatat memanfaatkan fasilitas bebas visa yang diberlakukan pemerintah China.
Jumlah kedatangan melalui kebijakan tersebut meningkat 9,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan itu terjadi seiring perluasan kebijakan bebas visa yang diterapkan China untuk mempermudah kunjungan wisatawan internasional.
Berdasarkan data sepanjang Januari hingga Agustus 2026, China mencatat 61,29 juta perjalanan masuk dan keluar yang dilakukan warga negara asing.
Jumlah tersebut meningkat 19,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dari keseluruhan perjalanan tersebut, sebanyak 23,72 juta kedatangan tercatat menggunakan fasilitas bebas visa.
Angka kedatangan bebas visa itu mengalami pertumbuhan sebesar 26,8 persen secara tahunan.
China Perluas Bebas Visa hingga 50 Negara
Pemerintah China terus memperluas akses perjalanan internasional melalui berbagai kebijakan kemudahan masuk bagi warga negara asing.
Sejak Desember 2023, China mulai menerapkan uji coba pembebasan visa secara sepihak bagi wisatawan dari enam negara.
Kebijakan tersebut kemudian diperluas secara bertahap hingga mencakup warga dari 50 negara pada September 2026.
Melalui fasilitas tersebut, wisatawan yang memenuhi persyaratan dapat memasuki China tanpa visa dan tinggal hingga 30 hari.
Selain kebijakan bebas visa untuk kunjungan, pemerintah China juga memperpanjang masa transit bebas visa bagi pelancong dari negara-negara tertentu.
Pada Desember 2024, durasi transit bebas visa yang sebelumnya berlaku selama 72 atau 144 jam diperpanjang menjadi 240 jam atau 10 hari.
Hingga saat ini, sebanyak 57 negara tercatat memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan fasilitas transit bebas visa tersebut.
Perluasan kebijakan perjalanan tersebut menjadi bagian dari langkah China dalam memberikan kemudahan akses bagi wisatawan internasional yang ingin berkunjung maupun melakukan perjalanan transit melalui wilayahnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan




