HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Tujuh Syarat Damai, Negosiasi Berlangsung Lewat Tiga Negara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Tujuh Syarat Damai, Negosiasi Berlangsung Lewat Tiga Negara
Foto: (Sumber :Sejumlah kapal niaga milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. Menyusul pengumuman Teheran bahwa selat tersebut akan tetap ditutup di tengah ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Iran, ketidakpastian mengenai lalu lintas kapal masih berlanjut di salah satu titik transit energi dan perdagangan paling krusial di dunia. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga Amerika Serikat (AS) memenuhi tujuh syarat dalam rencana perdamaian yang diajukan Teheran melalui Qatar pada September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan stasiun televisi Press TV pada Minggu (11/10/2026).

Rezaei mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah memberikan tanggapan terhadap proposal perdamaian Iran dan menerima sebagian persyaratan yang diajukan.

Namun, sejumlah persyaratan lainnya belum memperoleh jawaban yang dianggap jelas oleh pemerintah Iran.

"Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai tujuh syarat Iran dipenuhi. Pihak Amerika mencoba berkomunikasi dengan kami melalui tiga jalur, yakni Irak, Pakistan, dan Qatar," kata Rezaei.

Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut berlangsung di tengah konflik Iran dan Amerika Serikat yang belum mencapai penyelesaian.

Gangguan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turut memengaruhi perdagangan energi internasional dan mendorong kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara.

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum Tujuh Syarat Perdamaian Dipenuhi

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada penerimaan Amerika Serikat terhadap rencana perdamaian yang diajukan Teheran.

Proposal tersebut terdiri atas tujuh poin yang sebelumnya telah disampaikan melalui Qatar pada September 2026.

Iran menegaskan bahwa seluruh persyaratan harus dipenuhi sebelum aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz kembali dibuka.

Menurut Mohsen Rezaei, pemerintah Amerika Serikat telah merespons proposal tersebut melalui jalur komunikasi diplomatik.

Sebagian persyaratan yang diajukan Iran disebut telah diterima oleh Washington.

Namun, Teheran menilai tanggapan Amerika Serikat terhadap beberapa poin lainnya masih belum memberikan kepastian.

"Namun, tanggapan mereka terhadap syarat-syarat lainnya masih samar," kata Rezaei.

Pemerintah Iran belum mengumumkan rincian seluruh tujuh persyaratan tersebut dalam pernyataan yang disampaikan Rezaei.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz masih bergantung pada perkembangan perundingan antara kedua negara.

Amerika Serikat Hubungi Iran melalui Irak, Pakistan, dan Qatar

Mohsen Rezaei mengungkapkan bahwa Amerika Serikat berupaya menjalin komunikasi dengan Iran melalui tiga negara.

Ketiga jalur komunikasi tersebut melibatkan Irak, Pakistan, dan Qatar.

Qatar sebelumnya menjadi perantara penyampaian proposal perdamaian tujuh poin dari Iran pada September 2026.

Komunikasi melalui sejumlah negara tersebut berlangsung ketika hubungan Washington dan Teheran masih diwarnai konflik bersenjata.

Rezaei juga menyampaikan tudingan bahwa Amerika Serikat kembali melakukan serangan ketika Iran berusaha melanjutkan perundingan.

Menurutnya, serangan yang dilakukan Pentagon setiap kali proses negosiasi berlangsung telah merusak kepercayaan Iran terhadap Amerika Serikat.

Rezaei menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan yang jelas dari Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika kedua negara belum berhasil mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara menyeluruh.

Konflik Iran dan AS Berlangsung Sejak Februari 2026

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah Washington bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan operasi militer terhadap pihak lawan.

Pada Maret 2026, Amerika Serikat dan Israel kembali menyerang sejumlah fasilitas penting di wilayah Iran.

Sasaran serangan tersebut mencakup ladang gas South Pars dan kawasan industri Assaluyeh di Iran bagian selatan.

Serangan terhadap fasilitas energi tersebut menjadi bagian dari rangkaian konflik yang berlangsung sepanjang tahun.

Pada pertengahan Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani memorandum untuk menghentikan permusuhan.

Namun, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama setelah kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Hingga Oktober 2026, konflik antara Iran dan Amerika Serikat masih belum mencapai penyelesaian.

Penutupan Selat Hormuz Ganggu Pasokan Energi Dunia

Konflik Iran dan Amerika Serikat berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.

Jalur tersebut digunakan untuk pengangkutan minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair menuju pasar internasional.

Eskalasi konflik telah menyebabkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti.

Sejumlah kapal niaga milik Iran maupun negara lain masih berada di kawasan perairan tersebut di tengah ketidakpastian situasi keamanan.

Gangguan terhadap lalu lintas kapal turut memengaruhi distribusi pasokan energi global.

Kondisi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Sebelumnya, Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai jalur pelayaran aman di Selat Hormuz.

Namun, Iran tetap menegaskan bahwa pembukaan kembali selat secara penuh harus menunggu terpenuhinya tujuh syarat perdamaian yang diajukan kepada Amerika Serikat.

Hingga pernyataan Rezaei disampaikan, belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali Selat Hormuz maupun penyelesaian akhir perundingan antara Washington dan Teheran.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026