
Pantau - Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman, Hans Grundberg, mengecam serangkaian serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur sipil di Arab Saudi yang dinilai mengancam keamanan regional dan memperumit upaya perdamaian di Yaman.
Pernyataan tersebut disampaikan Grundberg pada Minggu (11/10/2026), menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026).
Menurut otoritas Arab Saudi, serangan di bandara tersebut menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.
Grundberg memperingatkan bahwa meningkatnya serangan terhadap fasilitas sipil dapat memperpanjang konflik dan menghambat proses perdamaian yang sedang diupayakan di Yaman.
Utusan PBB itu juga mendesak kelompok Houthi menghentikan serangan serta mematuhi hukum humaniter internasional yang melarang penyerangan terhadap warga sipil dan objek sipil.
PBB Sebut Serangan Houthi sebagai Eskalasi Serius
Hans Grundberg menyampaikan kecamannya melalui pernyataan yang diunggah di platform media sosial X pada Minggu.
Dalam pernyataan tersebut, ia menyoroti serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menimbulkan ratusan korban.
Serangan itu dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang berdasarkan keterangan otoritas Arab Saudi.
Grundberg menyebut serangan tersebut terjadi setelah sejumlah insiden serupa yang menyasar fasilitas penerbangan di Arab Saudi sepanjang pekan sebelumnya.
Beberapa serangan dilaporkan terjadi di bandara-bandara wilayah Riyadh dan Kota Abha di bagian barat daya Arab Saudi.
Serangan sebelumnya juga menyebabkan korban meninggal dunia dan luka-luka dari kalangan warga sipil.
"Serangan-serangan ini menandai eskalasi yang serius," ujar Grundberg.
Menurutnya, rangkaian serangan tersebut berpotensi memperburuk situasi keamanan yang sudah tidak stabil di kawasan.
Grundberg memperingatkan bahwa tindakan tersebut "menimbulkan ancaman serius bagi keamanan regional, memperpanjang siklus kekerasan, dan semakin mempersulit upaya perdamaian untuk Yaman."
Utusan PBB Desak Houthi Hentikan Serangan terhadap Infrastruktur Sipil
Utusan Khusus PBB untuk Yaman kembali menyerukan penghentian serangan yang menyasar fasilitas sipil di Arab Saudi.
Grundberg menekankan pentingnya seluruh pihak menghormati ketentuan hukum humaniter internasional dalam konflik bersenjata.
Ketentuan tersebut mencakup larangan mengarahkan serangan terhadap warga sipil dan objek sipil.
Bandara dan fasilitas penerbangan sipil menjadi perhatian setelah sejumlah serangan menimbulkan korban jiwa dalam beberapa hari terakhir.
Grundberg menilai eskalasi militer yang terus berlangsung dapat menghambat upaya penyelesaian konflik melalui jalur perdamaian.
Peringatan tersebut disampaikan ketika ketegangan militer di kawasan perbatasan Yaman dan Arab Saudi semakin meningkat.
Serangan Udara di Wilayah Houthi Meningkat, Provinsi Taiz Jadi Sasaran
Di tengah serangan terhadap Arab Saudi, aktivitas militer di wilayah Yaman juga dilaporkan semakin intensif.
Seorang sumber militer mengatakan kepada Kantor Berita Xinhua pada Minggu bahwa serangan udara terhadap wilayah yang dikuasai kelompok Houthi mengalami peningkatan.
Serangan berat dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi di Provinsi Taiz, Yaman bagian barat daya.
Selain Taiz, serangan udara juga disebut terjadi di beberapa wilayah lain di Yaman.
Peningkatan operasi militer tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya konfrontasi di sepanjang kawasan perbatasan Yaman dan Arab Saudi.
Situasi tersebut menambah tantangan bagi upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Pertempuran Memanas di Dekat Selat Bab al-Mandab
Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi juga dilaporkan semakin intensif di wilayah barat daya negara tersebut.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah wilayah di sekitar Selat Bab al-Mandab.
Selat tersebut merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan koalisi pimpinan Arab Saudi terus bertempur melawan kelompok Houthi di kawasan tersebut.
Pertempuran yang berlangsung di sekitar jalur pelayaran strategis itu terjadi bersamaan dengan peningkatan serangan udara di sejumlah wilayah Yaman.
Konflik Yaman Berlangsung Sejak 2014
Yaman telah menghadapi konflik bersenjata sejak akhir 2014 ketika kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara negara tersebut.
Perkembangan itu kemudian mendorong keterlibatan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi pada 2015.
Koalisi tersebut melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Pemerintah yang diakui secara internasional itu kini berbasis di Kota Aden, wilayah selatan Yaman.
Konflik berkepanjangan tersebut masih diwarnai pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi.
PBB terus menyerukan penghentian serangan terhadap warga sipil dan penyelesaian konflik melalui proses perdamaian.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




