HOME  ⁄  Geopolitik

Mohammed bin Salman Dilaporkan Berlindung di Istana Berbunker Saat Serangan Houthi Mengguncang Riyadh

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mohammed bin Salman Dilaporkan Berlindung di Istana Berbunker Saat Serangan Houthi Mengguncang Riyadh
Foto: (Sumber :Arsip foto - Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dilaporkan menggunakan istana yang dilengkapi bunker perlindungan di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Riyadh, termasuk serangan di bandara internasional yang menewaskan belasan orang.

Informasi tersebut dilaporkan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (12/10/2026) dengan mengutip sejumlah sumber.

Menurut laporan itu, pemerintah Arab Saudi juga memperkuat perlindungan terhadap istana kerajaan dan infrastruktur energi dengan memindahkan sejumlah sistem pertahanan udara.

Langkah tersebut dilakukan ketika otoritas Saudi menghadapi tantangan dalam menyediakan perlindungan udara di seluruh wilayah negaranya.

Mohammed bin Salman Dilaporkan Gunakan Istana dengan Bunker

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Mohammed bin Salman menggunakan istana yang memiliki fasilitas bunker di tengah ancaman serangan Houthi.

Menurut laporan tersebut, penampilan terakhir MBS di hadapan publik tercatat pada 6 Oktober 2026.

Saat itu, Putra Mahkota Arab Saudi menghadiri kegiatan donor darah untuk mendukung program donor darah.

Laporan WSJ tidak merinci lokasi istana yang digunakan maupun fasilitas perlindungan yang tersedia di dalamnya.

Penggunaan istana berbunker tersebut dilaporkan bersamaan dengan meningkatnya ancaman terhadap sejumlah lokasi penting di Arab Saudi.

Arab Saudi Pindahkan Sistem Pertahanan Udara untuk Lindungi Istana

Pemerintah Arab Saudi dilaporkan menghadapi kesulitan dalam menempatkan sistem pertahanan udara secara merata di wilayah negaranya yang luas.

Kondisi tersebut mendorong otoritas Saudi memindahkan sejumlah baterai pertahanan udara ke lokasi yang dianggap membutuhkan perlindungan lebih besar.

Menurut WSJ, perlindungan diprioritaskan untuk kawasan istana serta infrastruktur energi.

Arab Saudi juga dilaporkan meminta bantuan Pakistan yang merupakan salah satu sekutu militernya.

Selain itu, Riyadh disebut sedang mencari tambahan sistem pertahanan udara dari berbagai negara.

Upaya tersebut dilakukan ketika serangan Houthi terus menyasar sejumlah fasilitas penting di wilayah Arab Saudi.

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang

Dalam beberapa hari terakhir, bandara internasional di Riyadh dilaporkan berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi.

Berdasarkan data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan pada 10 Oktober 2026 mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.

Serangan berikutnya pada 11 Oktober 2026 menyebabkan satu orang tewas dan 11 orang terluka.

Dengan demikian, dua serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 13 korban jiwa dan 320 orang luka-luka berdasarkan data yang dilaporkan otoritas penerbangan Saudi.

Dua terminal penumpang di bandara tersebut juga dilaporkan terkena serangan hingga memicu kebakaran.

Serangan terhadap bandara menambah daftar fasilitas di Arab Saudi yang menjadi sasaran kelompok Houthi.

Riyadh Pertimbangkan Penyelesaian Konflik Melalui Diplomasi

Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali meningkat sejak pertengahan Juli 2026.

Bentrokan militer antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh kembali terjadi setelah jeda selama empat tahun.

Sejak konflik kembali berlangsung, kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Di tengah peningkatan serangan tersebut, pemerintah Saudi disebut mulai mempertimbangkan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

Menurut laporan WSJ, opsi diplomasi semakin mendapat perhatian Riyadh bersamaan dengan upaya memperkuat sistem pertahanan udara.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada rincian mengenai bentuk perundingan yang sedang dipertimbangkan maupun waktu pelaksanaannya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026