HOME  ⁄  Nasional

KSAL dan Panglima Korps Marinir Bahas Pembentukan Batalyon Penembak Jitu untuk Perkuat Kemampuan Tempur TNI AL

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KSAL dan Panglima Korps Marinir Bahas Pembentukan Batalyon Penembak Jitu untuk Perkuat Kemampuan Tempur TNI AL
Foto: (Sumber :Arsip Foto - KSAL Laksamana Muhammad Ali (kiri) berjalan usai mengunjungi KRI Canopus-936 di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Senin (11/5/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym/am.)

Pantau - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali bersama Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi membahas rencana pembentukan Batalyon Penembak Jitu atau Sniper serta penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk meningkatkan kemampuan tempur Korps Marinir.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat internal TNI Angkatan Laut yang digelar melalui konferensi video pada Senin (12/10/2026).

Berdasarkan siaran pers resmi Korps Marinir yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10/2026), rapat tersebut juga membahas pengembangan organisasi dan penguatan postur pertahanan di wilayah kepulauan Indonesia.

Pangkormar Endi Supardi bersama sejumlah pejabat Korps Marinir mengikuti rapat dari Markas Komando Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 4 Marinir Purboyo, Malang Selatan.

TNI AL Kaji Pembentukan Batalyon Penembak Jitu

Rencana pembentukan Batalyon Penembak Jitu menjadi salah satu agenda yang dibicarakan dalam rapat pimpinan TNI AL tersebut.

Pembentukan satuan baru itu dibahas bersamaan dengan kebutuhan penambahan perlengkapan persenjataan bagi Korps Marinir.

"Dibahas kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper," demikian keterangan dalam siaran pers Korps Marinir.

Menurut keterangan resmi tersebut, pembahasan dilakukan sebagai bagian dari persiapan peningkatan kemampuan tempur pasukan Marinir.

Namun, Korps Marinir belum memaparkan tahapan pembentukan batalyon maupun rencana lokasi penempatannya.

Belum ada pula keterangan mengenai susunan organisasi dan jumlah personel yang akan tergabung dalam satuan tersebut.

Korps Marinir Bahas Penambahan Alutsista dan Brigade Infanteri

Selain pembentukan batalyon baru, KSAL dan Pangkormar membicarakan kebutuhan penambahan alutsista untuk mendukung kesiapan tempur.

Korps Marinir belum menjelaskan jumlah maupun jenis persenjataan yang direncanakan dalam pembahasan tersebut.

Rapat juga menyinggung rencana penyesuaian organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.

"Pembahasan juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia untuk memperkuat postur pertahanan," demikian penjelasan dalam siaran pers tersebut.

Rencana penambahan Brigif Marinir tersebut merupakan bagian dari pembahasan penguatan struktur organisasi pertahanan TNI AL.

Meski demikian, lokasi dan jumlah satuan Brigif yang direncanakan belum dirinci dalam keterangan resmi.

Korps Marinir Sebut Rencana Masih dalam Tahap Kajian

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana turut dimintai konfirmasi mengenai rencana pembentukan Batalyon Penembak Jitu.

Namun, Rana belum bersedia memberikan penjelasan terperinci terkait perkembangan pembahasan tersebut.

"Itu masih dalam proses kajian kami," ucap Rana.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembentukan Batalyon Penembak Jitu masih berada dalam tahap pengkajian internal Korps Marinir.

Hingga Selasa (13/10/2026), belum terdapat pengumuman resmi mengenai jadwal pembentukan, lokasi penempatan, maupun kebutuhan personel satuan tersebut.

Pembahasan pembentukan batalyon, penambahan alutsista, dan pengembangan Brigif Marinir menjadi bagian dari rencana TNI AL untuk memperkuat kemampuan tempur serta postur pertahanan di wilayah Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026