HOME  ⁄  Geopolitik

Prancis Selidiki 36 Kasus Dugaan Pelanggaran Polisi Saat Demonstrasi Pelajar, Sembilan Orang Ditangkap di Lyon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Prancis Selidiki 36 Kasus Dugaan Pelanggaran Polisi Saat Demonstrasi Pelajar, Sembilan Orang Ditangkap di Lyon
Foto: (Sumber :Polisi menggunakan gas air mata saat unjuk rasa pelajar menentang sistem pendidikan di Nancy, Prancis, pada Kamis (8/10/2026). (ANTARA/Anadolu/Muhammed Said Tako).)

Pantau - Badan pengawas kepolisian Prancis membuka 36 penyelidikan terkait tindakan aparat keamanan selama gelombang demonstrasi pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang berlangsung di sejumlah wilayah negara tersebut.

Berdasarkan laporan stasiun televisi BFMTV pada Selasa (13/10/2026), penyelidikan tersebut dilakukan sejak awal berlangsungnya aksi protes pelajar terhadap kondisi pendidikan di Prancis.

Sementara itu, demonstrasi di Kota Lyon diikuti sekitar 11.000 orang dan berujung pada penangkapan sembilan peserta aksi.

Otoritas Prefektur Rhone melaporkan lima orang terluka dalam demonstrasi tersebut, termasuk empat anggota gendarmerie atau kepolisian bersenjata Prancis.

Demonstrasi di Lyon Diikuti 11.000 Orang

Aksi demonstrasi pelajar di Lyon berlangsung di tengah meningkatnya protes terhadap kondisi pendidikan di Prancis.

Menurut Prefektur Rhone, sekitar 11.000 orang turun ke jalan untuk mengikuti aksi tersebut.

Otoritas setempat menyatakan ratusan orang melakukan penyerangan terhadap fasilitas umum, tempat usaha, dan pasukan keamanan.

Dalam insiden tersebut, sejumlah peserta aksi dilaporkan melemparkan benda-benda tajam ke arah aparat keamanan.

Situasi itu berujung pada penangkapan sembilan orang dan menyebabkan lima orang mengalami luka-luka.

Empat dari lima korban luka merupakan anggota gendarmerie yang bertugas mengamankan demonstrasi.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bela Tindakan Polisi

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez membela tindakan penangkapan yang dilakukan aparat keamanan selama demonstrasi berlangsung.

Dalam sidang parlemen, Nunez menyatakan polisi memiliki kewenangan untuk bertindak apabila demonstrasi berubah menjadi kekerasan atau perusakan.

"Ketika unjuk rasa berlangsung secara damai, tidak ada penangkapan oleh polisi. Namun, ketika terjadi tindakan kekerasan, barulah ada penahanan," kata Nunez.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlangsungnya penyelidikan terhadap 36 kasus yang berkaitan dengan perilaku aparat selama aksi pelajar.

Meski demikian, laporan tersebut belum merinci hasil penyelidikan maupun kemungkinan tindakan disipliner terhadap petugas yang diperiksa.

Sebanyak 88.000 Pelajar Ikuti Konsultasi Pemerintah

Di tengah gelombang demonstrasi, Pemerintah Prancis membuka ruang konsultasi untuk menampung aspirasi generasi muda.

Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray menyampaikan bahwa sebanyak 88.000 siswa SMA telah berpartisipasi dalam platform konsultasi yang disediakan pemerintah.

Program tersebut ditujukan untuk menghimpun pandangan dan aspirasi pelajar mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Keterlibatan puluhan ribu siswa dalam konsultasi tersebut berlangsung bersamaan dengan aksi protes yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Serikat Pekerja Serukan Demonstrasi Nasional 5 November

Selain aksi pelajar, Prancis juga menghadapi rencana mobilisasi massa dari kelompok serikat pekerja.

Pemimpin serikat pekerja CGT, Sophie Binet, menyerukan aksi mogok kerja dan demonstrasi nasional pada 5 November 2026.

Aksi tersebut direncanakan untuk menyuarakan tuntutan kenaikan upah dan penambahan pendanaan bagi layanan publik.

Serikat pekerja juga mengangkat persoalan penghematan anggaran pemerintah sebagai salah satu isu dalam rencana demonstrasi.

Seruan tersebut menambah rangkaian aksi protes di Prancis yang melibatkan pelajar dan kelompok pekerja dengan tuntutan masing-masing.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026