HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Kecam Berlanjutnya Serangan Israel di Gaza dan Penggerebekan di Tepi Barat, Keselamatan Warga Sipil Terancam

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB Kecam Berlanjutnya Serangan Israel di Gaza dan Penggerebekan di Tepi Barat, Keselamatan Warga Sipil Terancam
Foto: (Sumber :Foto yang diambil pada 25 Agustus 2026 menunjukkan Pusat Pelatihan Kejuruan Qalandia yang dijalankan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), di Kafr Aqab, sebuah lingkungan di Yerusalem Timur. ANTARA/Xinhua/Jamal Awad..)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekhawatiran serius atas berlanjutnya serangan militer Israel yang berdampak terhadap warga sipil dan kawasan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan sejumlah serangan udara, tembakan artileri, ledakan pembongkaran, serta aktivitas penembakan di berbagai wilayah Gaza pada Selasa (13/10/2026) dan Rabu (14/10/2026).

PBB menegaskan bahwa keselamatan penduduk sipil dan perlindungan infrastruktur sipil harus tetap menjadi prioritas dalam situasi konflik.

Kekhawatiran tersebut juga mencakup penggerebekan pasukan Israel terhadap organisasi masyarakat sipil Palestina dan fasilitas medis di Ramallah, Tepi Barat.

Serangan Israel Berlanjut di Gaza, PBB Ingatkan Perlindungan Warga Sipil

OCHA menyampaikan bahwa mitra kemanusiaan yang bergerak di bidang keselamatan dan keamanan mencatat berbagai aktivitas militer Israel di seluruh kegubernuran Gaza.

Serangan yang dilaporkan meliputi serangan udara, tembakan artileri, ledakan akibat pembongkaran bangunan, tembakan dari angkatan laut, serta penembakan lainnya.

Aktivitas tersebut terutama tercatat di sebelah barat wilayah yang disebut sebagai "Garis Kuning".

Laporan itu mencakup kejadian pada 13–14 Oktober 2026 yang berdampak terhadap kawasan berpenduduk di Jalur Gaza.

OCHA kembali menegaskan kewajiban untuk melindungi warga sipil dan fasilitas sipil dalam setiap operasi militer.

Bantuan Musim Dingin Masuk Gaza, tetapi Kebutuhan Warga Belum Terpenuhi

Di tengah berlanjutnya serangan, PBB bersama mitra kemanusiaan terus mengirimkan bantuan untuk menghadapi musim dingin dan hujan yang akan datang.

Pada Selasa (13/10/2026), bantuan yang dibawa ke Gaza mencakup bahan bakar tambahan, terpal plastik, pakaian musim dingin, obat-obatan, dan perlengkapan medis.

Namun, OCHA menyatakan jumlah pasokan yang berhasil masuk masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Para mitra kemanusiaan melaporkan bahwa kekurangan pendanaan menjadi salah satu hambatan dalam memperluas distribusi bantuan.

Selain masalah pendanaan, pembatasan yang diberlakukan Israel juga disebut menghambat pengiriman pasokan kemanusiaan ke Gaza.

Kondisi tersebut menambah tantangan bagi lembaga bantuan dalam mempersiapkan kebutuhan penduduk menjelang musim hujan dan cuaca dingin.

Pasukan Israel Gerebek Organisasi Sipil dan Kompleks Medis di Ramallah

Sementara itu, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) melaporkan penggerebekan oleh pasukan Israel terhadap sejumlah lokasi di Ramallah, Tepi Barat, pada Selasa (13/10/2026).

Lokasi yang menjadi sasaran meliputi kantor organisasi masyarakat sipil Palestina dan sebuah kompleks medis.

Dalam penggerebekan tersebut, pasukan Israel dilaporkan menyita sejumlah berkas dan peralatan serta menahan beberapa orang.

OHCHR menyatakan tindakan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap perlindungan masyarakat sipil dan keberlangsungan kegiatan organisasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki.

"Otoritas Israel harus segera menghentikan tindakan keras terhadap ruang sipil Palestina," kata OHCHR melalui unggahan di platform media sosial X.

PBB Soroti Dampak Penggerebekan terhadap Pembela HAM Palestina

OHCHR memperingatkan bahwa penggerebekan dan penahanan terhadap pembela hak asasi manusia serta pekerja perlindungan dapat menimbulkan efek gentar atau chilling effect.

Dampak tersebut dikhawatirkan menghambat kegiatan pemantauan, pendampingan, dan perlindungan hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki.

PBB menilai ruang bagi organisasi masyarakat sipil perlu dilindungi agar kegiatan kemanusiaan dan pembelaan hak asasi manusia dapat terus berjalan.

Di Gaza, PBB dan mitra kemanusiaan tetap berupaya menyalurkan bantuan meskipun menghadapi keterbatasan pasokan dan hambatan distribusi.

PBB kembali menekankan pentingnya perlindungan warga sipil, fasilitas medis, dan infrastruktur sipil di seluruh wilayah Palestina yang diduduki.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026