HOME  ⁄  Geopolitik

China dan Korea Utara Resmikan Jembatan Baru Sungai Yalu, Jalur Perbatasan Empat Lajur Mulai Beroperasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China dan Korea Utara Resmikan Jembatan Baru Sungai Yalu, Jalur Perbatasan Empat Lajur Mulai Beroperasi
Foto: (Sumber :Foto yang diabadikan pada 15 Oktober 2026 ini memperlihatkan jembatan baru yang membentang di atas Sungai Yalu, sungai perbatasan antara Tiongkok dan Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK). (Xinhua/Pan Yulong).)

Pantau - China dan Korea Utara resmi membuka jembatan baru yang membentang di atas Sungai Yalu untuk lalu lintas lintas batas pada Kamis (15/10/2026), sekaligus menghadirkan jalur transportasi penghubung antara Kota Dandong di China dan Kota Sinuiju di Korea Utara.

Peresmian jembatan tersebut ditandai dengan upacara pembukaan bersama yang digelar oleh kedua negara di jalur utama perlintasan perbatasan.

Jembatan yang menggunakan konstruksi kabel pancang itu menghubungkan Kota Dandong di Provinsi Liaoning, China timur laut, dengan Kota Sinuiju di Provinsi Pyongan Utara, Korea Utara.

Infrastruktur baru tersebut memiliki empat lajur kendaraan untuk lalu lintas dua arah dengan lebar dek mencapai 28,5 meter.

Dokumentasi yang diabadikan kantor berita Xinhua pada 15 Oktober 2026 memperlihatkan sejumlah truk mulai melintasi jembatan setelah dibuka untuk lalu lintas.

Jembatan Sungai Yalu Hubungkan Dandong dan Sinuiju

Jembatan baru Sungai Yalu dibangun sebagai jalur transportasi lintas perbatasan antara China dan Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), nama resmi Korea Utara.

Jembatan tersebut melintasi Sungai Yalu yang menjadi batas geografis antara kedua negara.

Dari sisi China, jembatan terhubung dengan Kota Dandong di Provinsi Liaoning.

Sementara itu, ujung lainnya mengarah ke Kota Sinuiju yang berada di Provinsi Pyongan Utara, Korea Utara.

Pembukaan jalur tersebut memungkinkan kendaraan melintas melalui infrastruktur penghubung baru yang telah disiapkan untuk lalu lintas dua arah.

Kedua negara menggelar upacara pembukaan bersama pada Kamis sebagai tanda dimulainya penggunaan jembatan.

Jembatan Baru Memiliki Empat Lajur dan Lebar 28,5 Meter

Jembatan Sungai Yalu menggunakan desain kabel pancang dengan dua pilon utama dan dua bidang kabel penyangga.

Struktur tersebut menopang dek jembatan yang memiliki lebar 28,5 meter.

Jalur kendaraan dirancang dengan empat lajur untuk mendukung pergerakan lalu lintas dari kedua arah.

Selain fasilitas jalan, konstruksi jembatan juga mempertimbangkan kebutuhan navigasi kapal yang melintasi perairan Sungai Yalu.

Ruang bebas navigasi di bawah jembatan dirancang agar dapat dilalui kapal dengan kapasitas hingga kelas 3.000 ton.

Dengan spesifikasi tersebut, jembatan berfungsi sebagai penghubung transportasi darat sekaligus menyediakan ruang bagi aktivitas pelayaran di sungai perbatasan.

Foto Xinhua Perlihatkan Truk Mulai Melintasi Jembatan

Sejumlah foto yang diambil pada 15 Oktober 2026 memperlihatkan kondisi jembatan setelah resmi dibuka.

Dalam dokumentasi tersebut, beberapa truk terlihat melintas di atas jembatan yang menghubungkan China dan Korea Utara.

Foto udara yang diambil menggunakan pesawat nirawak pada 14 Oktober 2026 juga memperlihatkan keseluruhan struktur jembatan yang membentang di atas Sungai Yalu.

Dokumentasi tersebut menunjukkan konstruksi dua pilon dan bentangan kabel penyangga yang menjadi bagian utama jembatan.

Rangkaian foto itu turut memperlihatkan jalur kendaraan serta posisi jembatan di kawasan perbatasan kedua negara.

Jembatan Baru Jadi Infrastruktur Penghubung Perbatasan China dan Korea Utara

Pengoperasian jembatan baru Sungai Yalu menambah fasilitas transportasi yang menghubungkan wilayah China timur laut dengan Korea Utara.

Jembatan tersebut menjadi jalur lintas batas yang menghubungkan Dandong dan Sinuiju melalui empat lajur kendaraan.

Pembukaan secara bersama oleh kedua negara menandai dimulainya penggunaan infrastruktur tersebut untuk pergerakan kendaraan di kawasan perbatasan.

Dengan beroperasinya jembatan pada 15 Oktober 2026, kendaraan kini dapat menggunakan jalur penghubung baru yang melintasi Sungai Yalu.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026