HOME  ⁄  Geopolitik

AS Sebut Pemilihan Sekjen PBB Baru Akan Tentukan Masa Depan Organisasi, Dorong Reformasi untuk Menjaga Perdamaian Dunia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Sebut Pemilihan Sekjen PBB Baru Akan Tentukan Masa Depan Organisasi, Dorong Reformasi untuk Menjaga Perdamaian Dunia
Foto: (Sumber :Arsip foto - Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. /ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono/am..)

Pantau - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, menegaskan bahwa pemilihan Sekretaris Jenderal PBB yang baru akan menjadi penentu masa depan organisasi internasional tersebut, terutama dalam menjalankan tugas menjaga perdamaian dan mencegah konflik dunia.

Pernyataan itu disampaikan Waltz dalam acara Meridian Summit pada Jumat (16/10/2026), menjelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada 31 Desember 2026.

Menurut Waltz, pemilihan pemimpin baru akan menentukan apakah PBB mampu memperbaiki efektivitas kelembagaannya atau justru terus kehilangan relevansi.

"Saya yakin pemilihan pemimpin yang kita lakukan akan menentukan apakah lembaga ini terus kehilangan relevansinya atau ... mampu berbenah dan kembali ke tujuan dasarnya, yakni mencegah perang dan menjaga perdamaian," kata Waltz.

AS Dorong PBB Kembali Fokus pada Perdamaian Dunia

Waltz menilai kepemimpinan baru PBB akan memiliki peran penting dalam menentukan arah organisasi tersebut.

Menurutnya, PBB perlu meningkatkan efektivitas agar dapat menjalankan mandat utamanya dalam mencegah peperangan dan menjaga stabilitas internasional.

Ia menyoroti pentingnya pembenahan organisasi agar PBB tetap mampu menjalankan fungsi yang menjadi dasar pembentukannya.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah Amerika Serikat terhadap arah kepemimpinan dan pengelolaan PBB pada periode mendatang.

Waltz juga menekankan bahwa pemilihan Sekretaris Jenderal berikutnya bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan keputusan yang akan memengaruhi kemampuan organisasi menjalankan tugasnya.

Amerika Serikat Rencanakan Penataan Kantor dan Program

Selain membahas kepemimpinan PBB, Waltz menyampaikan rencana Amerika Serikat untuk melakukan penataan terhadap sejumlah kantor pusat dan kegiatan yang dinilai memiliki fungsi tumpang tindih.

Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi kegiatan yang dianggap tidak efisien.

Amerika Serikat juga berencana memusatkan perhatian pada program dan kegiatan yang sejalan dengan prioritas negaranya.

Namun, Waltz tidak merinci kantor maupun kegiatan yang akan menjadi sasaran penataan tersebut dalam laporan yang disampaikan.

Rencana itu menjadi bagian dari pandangan AS mengenai perlunya peningkatan efektivitas kelembagaan.

Masa Jabatan Antonio Guterres Berakhir Desember 2026

Pemilihan Sekretaris Jenderal PBB yang baru akan berlangsung menjelang berakhirnya kepemimpinan Antonio Guterres.

Guterres saat ini menjalani masa jabatan keduanya sekaligus periode terakhir sebagai Sekretaris Jenderal PBB.

Masa jabatannya dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026.

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi perhatian Amerika Serikat karena dinilai akan memengaruhi kemampuan PBB dalam menjalankan mandat internasionalnya.

Hingga pernyataan Waltz disampaikan pada Jumat (16/10/2026), laporan tersebut belum menyebutkan kandidat yang didukung Amerika Serikat untuk menggantikan Guterres.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026